Sains & Teknologi
Infrastruktur Telekomunikasi

BWA-WiMAX Raih 4 Juta Pelanggan

Pada Q2 2009, terdapat pertumbuhan 560 ribu pengguna BWA/WiMAX. 16,5% di atas Q1 2009.

Senin, 26 Oktober 2009, 00:05 WIB
Muhammad Firman
Menara BTS WiMax (panoramio.com)

VIVAnews - Pada akhir kuartal kedua tahun ini, Broadband Wireless Access/WiMAX berhasil meraih 4 juta pelanggan di seluruh dunia. Raihan ini dilaporkan oleh Maravedis, perusahaan analis industri wireless broadband asal Kanada.

Pada kuartal kedua tersebut terdapat pertumbuhan sebanyak 560 ribu pengguna BWA/WiMAX. Di kurun waktu itu juga terjadi pertumbuhan  sebesar 16,5 persen lebih tinggi dibandingkan kuartal pertama. Bila dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun sebelumnya, peningkatannya mencapai 74 persen lebih besar.

“Pendapatan layanan global semakin meningkat dengan tingginya pertumbuhan jumlah pelanggan dan menguatnya sebagian besar mata uang terhadap dolar AS,” kata Adlene Fellah, Founder dan Chief Executive Officer Maravedis, seperti VIVAnews kutip dari keterangan resminya, 26 Oktober 2009.

“Tingginya permintaan yang dipengaruhi oleh akses internet terbuka pada ponsel dan laptop membuat operator incumbent segera beralih ke LTE dan operator baru segera mengimplementasikan WiMAX,” kata Robert Syputa, Senior Analyst Maravedis. “Dengan penambahan spectrum yang sulit dilakukan, ini mungkin waktu yang tepat untuk mengonversi spectrum yang ada,” ucapnya.

Laporan Maravedis juga menunjukkan bahwa Clearwire USA merupakan perusahaan yang ada di daftar teratas operator BWA/WiMAX, dari sisi jumlah pelanggan.

Di saat yang sama, Maravedis juga menyebutkan bahwa pada kisaran Juni sampai September, terdapat 45 perangkat yang mendapat sertifikasi dari WiMAX Forum. Dari angka tersebut, 18 di antaranya merupakan notebook, 4 buah kartu adapter, 12 USB dongle, 3 chipset, dan beberapa perangkat lain.

Terakhir, Maravedis menyebutkan bahwa di Q2 2009, WiMAX ARPU mencapai 39,5 dolar AS untuk pengguna rumahan, dan 121,8 dolar AS untuk pengguna bisnis. Meningkat dibandingkan di Q1 yang mencapai 36,7 dolar AS untuk residensial dan 111,74 untuk bisnis.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ