Sains & Teknologi

Nilai Saham Amazon.com Melejit, Catat Rekor

Pada kuartal ketiga, diraih pendapatan $199 juta atau Rp 2 triliun.

Minggu, 25 Oktober 2009, 16:43 WIB
Karaniya Dharmasaputra
  (http://ecommercesite.files.wordpress.com)

VIVAnews - Harga murah, bagusnya customer service, dan meningkatnya minat konsumen untuk berbelanja online berkontribusi pada performa keuangan Amazon.com yang solid pada kuartal ketiga kemarin. Tak cuma, analis bahkan melihat pertumbuhan ini akan terus berlanjut meskipun sektor eceran pada umumnya masih akan melemah.

Jumat lalu, nilai saham Amazon melejit mencapai rekor tertinggi sepanjang massa setelah perusahaan eceran online yang berbasis di Seattle ini membuat para analis dan investor tercengang ketika mereka melaporkan bahwa pada kuartal ketiga lalu, pertumbuhan pendapatan bersih mereka meningkat 68 persen--sinyal yang jelas bahwa konsumen semakin sering berbelanja melalui Amazon meskipun kondisi ekonomi masih suram.

"Saya pikir orang sedang ingin mulai berbelanja lagi," kata analis Bernstein Research, Jeffrey Lindsay. "Ada peningkatan permintaan di sektor ini, dan porsi terbesar sukses direbut Amazon."

Menurut Lindsay, pertumbuhan ini sebagian karena basis demografi pelanggan Amazon yang menurutnya punya lebih banyak uang dari rata-rata konsumen AS untuk berbelanja barang-barang bukan kebutuhan primer seperti buku dan video games.

Dia menambahkan, Amazon telah berhasil memperoleh kepercayaan dari pembeli yang meyakini bahwa Amazon akan selalu memperbaiki berbagai problem yang mereka dapati ketika berbelanja online, apakah itu barang yang mereka beli langsung dari Amazon atau dari mitra-penjual Amazon.

Aaron Kessler, analis Kaufman Bros., meyakini bahwa Amazon juga diuntungkan dari kalangan pelanggan yang membeli barang-barang mahal sepanjang kuartal ketiga itu. Dia mencatat bahwa pendapatan Amazon tumbuh lebih cepat dari jumlah item barang yang dijualnya.

Amazon tidak menjelaskan berapa banyak item yang dijualnya di setiap kuartal. Mereka hanya merilis persentase pertumbuhan--32 persen pada kuartal ketiga dibanding periode yang sama tahun lalu dibandingkan sebesar 28 persen pada kuartal kedua. Dalam hal pendapatan, Amazon mencatat pertumbuhan 28 persen pada kuartal ketiga dibanding periode yang sama di tahun lalu, jadi sebesar $5,45 miliar atau sekitar Rp 54 triliun, dibandingkan pertumbuhan sebesar 14 persen pada kuartal sebelumnya.

Kamis pekan lalu, Amazon mengatakan bahwa mereka meraih penghasilan senilai $199 juta, atau 45 sen per lembar saham, pada kuartal ketiga.

Capaian ini jauh melebihi proyeksi Wall Street. Dan mereka bahkan sedang berancang-ancang bahwa momentum ini akan berlanjut: Amazon memproyeksikan pendapatan mereka akan tumbuh dari 21 menjadi 36 persen di kuartal keempat ini.

Hasilnya, nilai saham Amazon melejit 25,04 poin, atau 26,8 persen, dan menutup perdagangan di level $118,49. Sepanjang hari itu saja, saham Amazon sempat melejit ke level $119,65.

"Saya kira Anda telah melihat sebuah pertanda mulai tumbuhnya kepercayaan publik bahwa kita telah menumbuk dasar perekonomian, karena itu orang boleh jadi mulai membelanjakan uang mereka," kata Kessler.
 
Lalu, dapatkan Amazon mempertahankan kecenderungan ini dalam jangka panjang? Sejumlah analis meyakini begitu.
 
Kompetitor mereka seperti Wal-Mart Stores Inc. sedang bersiap untuk meningkatkan performa toko online mereka di Web, untuk menyaingi pasar buku online Amazon yang sangat populer karena harganya yang supermurah.

Meski demikian, Lindsay tak yakin kalau Wal-Mart akan sanggup mengancam dominasi Amazon.Sepanjang kwartal ketiga ini, capaian penjualan pemain e-shop seperti eBay Inc. juga melonjak (sumber: AP).



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ