VIVAnews - Research In Motion (RIM), produsen BlackBerry, menyebutkan akan melakukan maintenance terhadap server mereka. Sempat beredar kabar, terkait proses maintenance ini akan dilakukan schedule data base, sehingga BlackBerry yang dibeli bukan di vendor resmi, atau black market, PIN-nya akan bermasalah atau ter-suspend.
Namun kabar tersebut, dibantah oleh Indosat. Kepada VIVAnews, Teguh Prasetya, Group Head Brand Marketing Indosat mengatakan, tidak ada pembersihan untuk PIN dan international mobile equipment identity (IMEI). "Pembersihan itu tidak ada," katanya.
Teguh mengatakan, screening yang dilakukan RIM adalah hal yang rutin dan dilakukan secara online. "Setiap hari akan screening. Seperti dilakukan tadi malam makan yang memakan waktu 15 menit," katanya.
Teguh menyebutkan, yang dilakukan RIM adalah hanya maintenance server saja. Yakni big server yang menghubungkan pengguna BlackBerry di Asia Pasifik ke server RIM. "Yang dilakukan pengayaan program software terbaru di server RIM," tutur Teguh.
Rencananya proses tersebut akan berlangsung dua jam, tapi ternyata hanya makan waktu 15 menit. Ini dilakukan pukul 00.00 tadi malam.
Lalu apa pengaruhnya? "Sekarang pengguna BB mendapatkan performa dan akses data yang lebih cepat," katanya. Maintenance dilakukan secara rutin 3-4 bulan sekali.
RIM, kata Teguh, jika memiliki fitur baru mereka akan menawarkan terlebih dahulu ke beberapa operator. Jika operator berminta, maka RIM akan melakukan maintenance. "Screening dilakukan secara online. Kalau ada yang kena itu apes," katanya. (Akhir Pekan, BlackBerry akan Down)