Sains & Teknologi

Tifatul Kembangkan Kotoran Sapi untuk BTS

Fungsinya, sebagai sumber energi berbentuk biomassa.

Sabtu, 24 Oktober 2009, 05:17 WIB
Ismoko Widjaya, Syahid Latif
Sejumlah Calon Menteri Datangi Cikeas : Tifatul Sembiring (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Industri telekomunikasi yang selama ini identik dengan teknologi mutakhir sebentar lagi bakal bersentuhan dengan dunia tradisional. Bahkan,industri ini akan bersinggungan dengan kotoran hewan dari sapi.

Suatu saat, jangan heran jika ada sebuah stasiun base tranceiver station (BTS) salah satu operator telekomunikasi yang menggunakan kotoran sapi. Fungsinya, sebagai sumber energi berbentuk biomassa.

"Kami akan mengembangkan green BTS yang ramah lingkungan," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring usai Silaturahmi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bidang Telekomunikasi, Informatika dan Media di Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Jumat, 23 Oktober 2009.

Tifatul mengungkapkan, ide itu berasal dari dialog dengan Departemen Pertanian (Deptan). Muncul pemikiran, kotoran sapi yang berasal dari peternak dan kelompok tani dapat dimanfaatkan untuk sumber energi BTS pengganti solar atau listrik.

Dari pembicaraan itu terungkap, kotoran dari 10-20 ekor sapi yang disumbangkan Deptan kepada peternak dan kelompok tani dapat menghasilkan biogas. Bahkan mampu menyuplai energi untuk satu BTS.

"Kalau bisa diaplikasikan di beberapa tempat, BTS itu tidak akan memakan banyak solar lagi untuk genset atau menarik kabel listrik. Ini lebih hemat dan ramah lingkungan," kata Tifatul.

Selain program Green BTS, Menkominfo juga mengungkapkan target program kerja 100 hari yang dibebankan presiden kepadanya meliputi pembangunan 100 desa pintar. Konsep desa itu adalah desa yang akan bersentuhan dengan teknologi komputer.

Program lainnya adalah pembangunan 25 ribu desa berdering di 32 provinsi di Indonesia. "100 desa pintar tadi ditargetkan harus sudah selesai sebelum Januari 2010," katanya.

ismoko.widjaya@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Abu Roy
01/01/2010
salut deh, tapi itu gimana teknologinya, biar kami bisa ambil bagian dalam program tersebut. Terus terang kami aada banyak kotoran sapi, tapi belum bisa memanfaatkannya secara optimal, baik limbah padat maupun limbah cairnya, tolongin kita dong !
Balas   • Laporkan
Seweit Hotroyman
26/10/2009
bung andre... saya setuju dengan bung joni, sebaiknya bapak MENKOMINFO ini fokus saja dulu ke bidangnya, dan ntuk hal ini di alihkan ke MENRISTEK apa maksud nya coba?
Balas   • Laporkan
Andre
24/10/2009
Ini namanya inovasi, dunia saat ini dimana2 lagi fokus ke Green Technology. Jadi salut dengan terobosan ini... Buat Mas Joni tolong belajar banyak dulu baru komen ... kentara betul otak dungu mu sobat
Balas   • Laporkan
agus budiarto
24/10/2009
salut untuk pak tif yang mempunyai gagasan menarik. kalau ada yang mengecam ide bapak anggap aja karena mereka belum tahu.
Balas   • Laporkan
agus budiarto
24/10/2009
salut untuk pak tif yang mempunyai gagasan menarik. kalau ada yang mengecam ide bapak anggap aja karena mereka belum tahu.
Balas   • Laporkan
saeful
24/10/2009
Waaahhh.. bagus bgt thu..!! klo bs Desa saya jg di ikutin thu, biar gak terlalu tertinggal
Balas   • Laporkan
joni
24/10/2009
Pak jangan aneh2 lah ngaco.. .. Lebih baik fokus pada pengembangan jaringan internet dan fokus untuk memberikan nilai tambah terhadap internet terhadap ekonomi masyarakat baik melalui pendidikan.. Aneh.. Mau ke desa buat 2014 ya.. kubaca kau..
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ