VIVAnews - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menetapkan satu saham yang bergerak di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA). Saham tersebut adalah PT Excelcomindo Pratama Tbk (EXCL).
Saham Excel mengalami kenaikan harga dan aktivitas transaksi dibanding periode sebelumnya.
"Informasi terakhir terkait perseroan yang dipublikasikan bursa efek pada 19 Oktober 2009 mengenai penyelenggaraan RUPS," kata Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito dalam penjelasan tertulis bursa di Jakarta, Rabu 21 Oktober 2009.
Selama transaksi periode 16-20 Oktober 2009, harga saham Excel menguat Rp 530 (32,7 persen) dari level Rp 1.620 menjadi Rp 2.150.
Saham operator seluler tersebut merupakan emiten keempat yang memperoleh pantauan otoritas bursa sejak awal Oktober 2009.
Selain Excel, sebelumnya otoritas bursa juga mencermati pergerakan saham PT Pudjiadi Prestige Limited Tbk (PUDP), PT Dayaindo Resources International Tbk (KARK), dan PT Bayu Buana Tbk (BAYU).
Sebelumnya, selama September, BEI juga memantau pergerakan saham PT Leo Investments Tbk (ITTG), PT Aneka Kemasindo Utama Tbk (AKKU), dan PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk (SDRA).
Seiring adanya peningkatan aktivitas transaksi yang tidak wajar itu, otoritas bursa sedang mencermati perkembangan harga dan aktivitas saham di sektor layanan telekomunikasi tersebut.
Untuk itu, BEI meminta investor memperhatikan jawaban perusahaan atas permintaan konfirmasi bursa. Selain itu, otoritas bursa mengimbau investor untuk mencermati kinerja perseroan dan keterbukaan informasinya.
Bursa juga meminta investor untuk mengkaji kembali rencana aksi korporasi perusahaan, bila belum mendapat persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS).
Otoritas juga berharap agar investor mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum mengambil keputusan investasi.
Meski bergerak di luar kebiasaan, saham-saham yang masuk kategori unusual market activity tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran di bidang pasar modal.
arinto.wibowo@vivanews.com