VIVAnews - Pasar modal membutuhkan pemerintahan yang pro pasar, terlepas dari menteri-menteri yang akan menjabat. Kabinet baru, khususnya tim ekonomi yang saat ini beredar dinilai bursa cukup memberi dukungan keberlangsungan pasar modal.
Menurut Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito, selama ini tim ekonomi pemerintahan telah mendukung kelangsungan pasar modal. Nama-nama seperti Menteri Keuangan Sri Mulyan dan Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu dengan kebijakan-kebijakan dinilai turut berkontribusi positif pada pasar.
"Menkeu Sri Mulyani (pada masa pemerintahan 2004-2009) sangat medukung pasar modal. Saya harap akan tetap mendukung perkembangannya," kata Ito di gedung BEI Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2009.
Dia menambahkan, siapa saja orang yang ditunjuk menjadi menteri tidak akan mempengaruhi, asalkan kebijakannya memberi nilai positif bagi pasar.
Ito menuturkan, mengenai adanya beberapa nama tokoh Tim Ekonomi, yang diragukan berbagai kalangan, dia mengatakan pemilihan jabatan menteri dilakukan karena presiden mengenal individu-individu calon menteri.
Sebagian kalangan pelaku pasar modal dan analis meragukan pencalonan beberapa tokoh sebagai pembantu presiden. Hatta Rajasa yang disebut-sebut bakal menteri Koordinator Perekonomian dianggap pengamat tidak sesuai keinginan pasar.
antique.putra@vivanews.com