VIVAnews - BlackBerry kini tak hanya menyerbu kalangan pebisnis dan masyarakat umum, tetapi juga pemerintahan. Di Bedfordshire, Inggris, instansi kepolisiannya baru saja menyelesaikan sebuah proyek pengadaan seragam 1.100 perwira baru yang dilengkapi dengan ponsel pintar besutan Research In Motion (RIM) itu.
Dengan solusi yang disuguhkan BlackBerry, diharapkan visibilitas aparat kepolisian di kota tersebut dapat ditingkatkan. Di sisi lain, pihak kepolisian juga dapat mendongkrak efisiensi operasional.
BlackBerry tersebut kabarnya tengah dilengkapi dengan sistem dan aplikasi-aplikasi penting. Misalnya, di tengah patroli, BlackBerry dapat menyuguhkan akses remote ke Police National Computer (PNC), sistem manajemen kejahatan kepolisian, database, surat perintah, Police National Legal Database, dan aplikasi-aplikasi kritis lainnya.
Dengan fasilitas-fasilitas tersebut, seorang aparat kepolisian dapat menghemat hingga separuh jam kerjanya dalam sehari. Artinya, terdapat penghematan besar di sisi waktu ekonomi, dan juga menghemat pajak oleh warga setempat untuk anggaran kepolisian.
“Ini sama seperti transisi dari kotak pengaduan menjadi radio polisi di mana kepolisian tak perlu menyia-nyiakan waktu yang cukup banyak dengan kotak polisi karena sudah ada radio,” kata Jim Hitch, Inspektur Polisi Bedfordshire, seperti VIVAnews kutip dari Blackberry Cool, 20 Oktober 2009. “BlackBerry pun demikian, akan membuat perubahan besar,” ucapnya.
Awalnya, ucap Hitch, tak sedikit personil yang meragukan keberhasilan skenario ini. “Tetapi saya justru berpikir semuanya akan bergantung pada perangkat ini, dan nantinya semua akan bertanya-tanya apa yang bisa kita lakukan tanpa BlackBerry,” ucap Hitch.