Sains & Teknologi
Infrastruktur Telekomunikasi

Bandwidth Terbatas, Kendala Cloud Computing

Sekitar dua-tiga tahun lagi, solusi cloud computing baru dapat teradopsi secara massal.

Kamis, 15 Oktober 2009, 09:35 WIB
Muhammad Firman, Muhammad Chandrataruna
Cloud Computing (ascendtraining.com)

VIVAnews - Hitachi Data Systems (HDS) Indonesia menilai minat pasar akan solusi cloud computing di Indonesia masih rendah. Di samping itu, implementasinya pun dianggap lamban.

“Padahal, di luar negeri, solusi ini sudah membumi beberapa tahun terakhir. Namun, adopsinya di Indonesia masih rendah, kita masih ketinggalan,” kata Indra Wildan Nugraha, Solutions Consultant HDS Indonesia, pada VIVAnews di Jakarta, Rabu 14 Oktober 2009.

Tidak usah jauh-jauh, Indra memberi contoh di Singapura. Implementasi solusi komputasi awan di negara tersebut, terutama pada sektor pemerintahan, sudah dimulai sejak sebelum 1990-an. “Di tahun 1995, implementasinya sudah rampung. Sementara Indonesia mungkin butuh dua sampai tiga tahun lagi,” ucapnya.

Untuk industri yang kini sedang gembar-gembor mengimplementasikan konsep cloud computing belakangan ini adalah web hosting. Terlebih lagi, bagi mereka yang memiliki skala global, seperti penyedia jasa blog atau website.

Namun, di Indonesia, kendati teknologinya telah mendukung model cloud computing, adopsi oleh perusahaan-perusahaan memakan waktu lama.

“Kendalanya sederhana, keterbatasan bandwidth dan demand internet yang masih rendah, terutama di daerah-daerah,” kata Ming Sunadi, Country Manager HDS Indonesia, pada VIVAnews, di kesempatan yang sama. “Hal ini mungkin karena wilayah Indonesia yang sangat luas dibandingkan negara-negara tetangga,” ucapnya.

Pasalnya, segmen untuk cloud computing adalah para penyedia jasa internet atau dikenal dengan Internet service provider (ISP), di samping perusahaan telekomunikasi.

“Pasar mereka adalah para pengguna Internet. Jika jumlahnya masih rendah, mereka juga merasa cukup dengan solusi yang dipakai saat ini, dan belum merasa perlu untuk adopsi cloud computing,” ucap Ming.

Ming memperkirakan, sekitar dua-tiga tahun lagi, solusi cloud computing baru dapat teradopsi secara massal di industri, seiring diperbesarnya bandwidth dan tingginya permintaan internet di tanah air.

• VIVAnews
Rating