VIVAnews - Penyedia teknologi storage Hitachi Data Systems (HDS) hari ini menambahkan portofolio produknya. Solusi terbaru adalah untuk mempercepat dan memudahkan penerapan komputasi awan, atau lebih dikenal dengan cloud computing, di level enterprise.
Cloud computing adalah model atau konsep di mana berbagai sumber daya, meliputi infrastruktur dan aplikasi, yang tervirtualisasi mampu menyediakan tenaga komputasi secara dinamis, fleksibel, sesuai kebutuhan dengan biaya rendah.
Solusi Agile Cloud yang diperkenalkan, terdiri dari sejumlah sumber daya komputasi yang terintegrasi erat di industri. Tujuannya untuk membuat kumpulan blok, file, dan konten storage tunggal secara tervirtualisasi.
“Biasanya satu customer memiliki satu data center, yang bisa dalam bentuk virtualized, bisa juga berbasis IP. Tapi, kini melalui cloud computing, dibantu dengan teknologi virtualisasi dan dynamic provisioning, customer dapat mengatur sendiri kecepatan dan efisiensi yang diinginkan,” kata Ming Sunadi, Country Manager HDS Indonesia pada VIVAnews, di Jakarta, Rabu 14 Oktober 2009.
Lebih lanjut, Ming mengatakan, pendekatan HDS dinilainya cukup unik, yakni menyediakan lingkungan cloud computing secara dinamis yang memvirtualisasi semua sumber daya storage yang ada menjadi satu infrastruktur.
Di samping itu, customer juga bisa mengelola pertumbuhan data dari tier storage yang lebih tinggi ke platform storage dengan fitur dan kemampuan yang melampaui sistem pengarsipan tradisional.
“Dengan demikian, perusahaan mampu mengurangi biaya storage, memitigasi risiko, dan mudah dikelola di tengah perubahan kebutuhan,” ucap Ming.
Ming menjelaskan, solusi cloud Hitachi, yang disupport virtualisasi dan dynamic provisioning, dapat membantu perusahaan menghemat pengeluaran untuk sisi storage hingga 20-30 persen per tahun.
“Tidak hanya itu saja, mereka juga bisa mengimprovisasi utilisasi hingga 40 persen dan reklamasi kapasitas storage hingga 65 persen,” ucap Ming. “Dengan efisiensi tersebut, customer dapat terbantu untuk mencapai ROI (return of investment)-nya lebih cepat dan menghemat total cost ownership. Tapi, ini tetap bergantung pada keberlangsungan perusahaan itu sendiri,” tambahnya.
Berbicara segmen pasar untuk solusi cloud ini, Ming mengaku, akan menyasar segmen yang memiliki bandwidth besar, seperti service provider atau perusahaan telekomunikasi. Selain itu, solusi ini juga bisa disegmentasikan bagi perusahaan privasi, seperti manufaktur atau perusahaan minyak.
Sebagai informasi, di Indonesia, HDS saat ini memiliki customer lebih dari 100 perusahaan, yang umumnya bergerak di sektor perbankan dan pembiayaan, manufaktur, dan hampir seluruh perusahaan telekomunikasi. “Khusus solusi ini, kami akan coba sounding ke client kami di level enterprise, terutama perusahaan telekomunikasi dan service provider,” kata Ming.