VIVAnews - Menanggapi musibah yang terjadi di Sumatera Barat, PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta), perusahaan penyedia jasa internet dan layanan komunikasi data di Indonesia, juga turut andil membantu para korban.
Mengikuti jejak perusahaan induknya, PT Indosat Tbk (Indosat), sehari setelah kejadian bencana, Lintasarta mendatangkan Tim Tanggap Darurat yang dipersenjatai peralatan dari Medan, Jakarta, Bandung, dan kota-kota terdekat lainnya, untuk mengidentifikasi kerusakan infrastruktur komunikasi Lintasarta di kota Padang dan sekitarnya.
“Gempa tersebut telah menghancurkan bangunan-bangunan dan infrastruktur yang ada di Kota Padang. Lebih dari 68 persen, jaringan pelanggan Lintasarta terganggu akibat kerusakan ringan ataupun berat di gedung ataupun lokasi pelanggan,” kata Yudi Rulanto, Direktur Pengembangan dan Infrastruktur Lintasarta, pada keterangan pers yang VIVAnews kutip, 14 Oktober 2009.
Karena itu, ucap Yudi, tim perlu bekerja ekstra untuk dapat mengaktifkan kembali jaringan pelanggan tersebut dengan melakukan perbaikan bahkan pemindahan lokasi.
Yudi menuturkan, dengan adanya permintaan khusus dari perbankan agar dapat mengaktifkan kembali jaringannya dalam waktu dua hari setelah kejadian gempa, sungguh bukan suatu hal yang mudah, mengingat kondisi yang serba terbatas. Namun, hal itu berhasil dilakukan.
Sampai hari ke sembilan pasca gempa bumi, 88 persen pelanggan Lintasarta di lokasi terjadinya bencana diklaim Lintasarta sudah kembali dapat menggunakan jaringan komunikasi datanya. Sedangkan, sisanya belum dapat ditangani, karena umumnya lokasi pelanggan tersebut belum memiliki alternatif lokasi pengganti.
Sebagaimana yang dilakukan dalam penangangan darurat bencana sebelumnya, seperti bencana Tsunami di Aceh dan gempa serupa di Yogyakarta, di Padang, Lintasarta juga membangun posko yang dikomandani langsung oleh pimpinan Pelayanan Pelanggan Lintasarta di Jakarta.
Posko Operasional langsung di tempatkan Lintasarta di Padang. Sedangkan Posko Logistik dipusatkan di Medan sebagai Kantor Wilayah Usaha Barat yang membawahi semua kantor-kantor regional di Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) dan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).