Sains & Teknologi

Kadin Usulkan Berdirinya ICT Fund

ICT Fund penting untuk membantu para pengembang software dan konten lokal.

Kamis, 8 Oktober 2009, 15:54 WIB
Indra Darmawan
  (Vivanews/ Tri Saputro)

VIVAnews - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengusulkan dibuatnya lembaga pembiayaan bagi pengusaha kecil dan menengah di bidang telekomunikasi dan informatika (telematika).

Usulan tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Kadin Bidang Telekomunikasi, Teknologi Informasi, dan Penyiaran, dalam acara Microsoft Innovatian Day, yang digelar di Hotel Shangrilla Jakarta, Kamis 8 Oktober 2009.

"Dalam roadmap lima tahun ke depan, Kadin telah mengusulkan kepada pemerintah untuk dibentuknya ICT Fund," ujar Anindya kepada wartawan di sela-sela acara. Menurutnya, lembaga ini sangat diperlukan untuk membantu pengusaha UMKM di bidang telematika bisa berkembang.

Pasalnya, pendanaan modal, merupakan salah satu hambatan terbesar bagi pengusaha kecil. Biasanya perusahaan baru, Anin menerangkan, kaya akan ide namun miskin modal. "Padahal mereka tidak bisa menjaminkan ide mereka kepada bank (untuk memperoleh pinjaman modal - red)," ujarnya.

Terlebih lagi, industri telematika, khususnya operator telekomunikasi telah menyumbangkan pendapatan negara bukan pajak kepada pemerintah sekitar Rp 7 triliun.

"Apabila sebagian dana tersebut diperkenankan untuk di-manage atau dikelola oleh pemerintah untuk membantu pengusaha UKMK di bidang ICT,  saya rasa ini akan menjadi kemajuan penuh."

Bila pemerintah mengucurkan antara 10-15 persen dari Rp 7 triliun itu untuk ICT Fund, kata Anin, sudah merupakan sebuah awalan yang baik. Namun, sangat mungkin bila pihak luar bisa berpartisipasi dalam pendanaan ini.

Mengenai bentuk regulasi, Anin menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah, apakah diwujudkan dalam bentuk peraturan pemerintah atau keputusan menteri.

Usulan itu sendiri disambut positif oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Konten Mobile Indonesia (IMOCA) Haryawirasma. Menurut pria yang lebih akrab dipanggil Rasmo itu, kesulitan para pengusaha konten adalah saat hendak meminta jaminan ke bank untuk modal usaha.

"Para pengembang konten kan rata-rata modalnya kecil. Aset tidak ada, tidak ada yang bisa dijaminkan ke bank," katanya kepada VIVAnews melalui sambung telepon. Oleh karenanya ia menyambut baik usulan dibentuknya ICT Fund.

Ia juga mengusulkan agar penerima bantuan modal dari ICT Fund diprioritaskan untuk para pengembang yang telah teruji dan berpotensi. "Misalnya saja yang menang INAICTA Award," kata Rasmo.

INAICTA adalah kependekan dari Indonesia Information Communication and Techonology Award yang merupakan ajang tahunan lomba kreativitas inovasi di bidang teknologi informasi dan telekomunikasi.

Selama ini, pengusaha kecil di bidang telematika memang musti berjuang sendiri untuk mencari pemodal agar tetap bisa bertahan dan berkembang. "Selama ini, perusahaan kecil seperti kami, kecil-kecil, kecil terus," kata Rasmo sambil berseloroh.

Ide ICT Fund sendiri, kata Anin, awalnya muncul dari pemerintah. Namun, hingga kini ide tersebut tak kunjung terwujud. "Kami akan coba kawal terus untuk mengusulkan terwujudnya ICT Fund."

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ