VIVAnews - Menurut data terakhir jaringan InMobi, pengguna Internet bergerak (mobile Internet) di Indonesia telah meningkat dua kali lipat dalam setahun terakhir. Yang menarik, Indosat merupakan operator selular dengan pangsa terbesar untuk layanan data bergerak di Tanah Air.
Di Indonesia, menurut sumber yang diperoleh dari Opera, diperkirakan saat ini terdapat sekitar sembilan juta pengguna Internet via perangkat bergerak atau ponsel, dengan rata-rata 591 halaman dibuka oleh tiap pengguna setiap bulannya.
Secara mengejutkan, angka ini melebihi rata-rata pengguna mobile Internet secara global yang hanya membuka 250 halaman per pengguna per bulan.
“Sebagian besar produsen ponsel telah menyadarinya. Kini, di Indonesia, dari seluruh ponsel yang beredar, 80 persen di antaranya telah memiliki kemampuan akses internet, baik berbasis wap maupun web,” kata Abhay Singhal, Co-Founder and Head of Global Ad Sales InMobi dalam laporannya, seperti VIVAnews kutip dari PocketBerry, Jumat 2 Oktober 2009.
Disinyalir, beredarnya isu rencana kenaikan tarif oleh para penyelenggara jasa internet atau ISP, tidak bisa diandalkannya infrastruktur jaringan tetap, dan semakin murahnya layanan data bergerak menjadi pemicu tingginya pertumbuhan mobile Internet atau browsing melalui ponsel di Indonesia.
Berdasarkan hasil temuan InMobi, diketahui, secara spesifik, 53 persen dari seluruh pengguna mobile Web di Indonesia adalah kurun usia 18 hingga 27 tahun, dan 82 persen dari total jumlah pengguna mobile Web adalah kaum Adam.
Sementara di segi operator selular selaku penyelenggara jasa Internet atau layanan data bergerak, Indosat berkuasa di pasar dengan pangsa 75 persen atau kurang lebih tiga per empat dari total pengguna layanan.
“Kompetisi sengit antaroperator dan perang harga antarvendor membuat ponsel dan mobile Internet bergerak kian terjangkau oleh masyarakat Indonesia tahun ini,” ucap Singhal.
Diperkirakan pengguna mobile Internet akan terus meroket dan menyentuh angka 146 juta pada akhir 2010. Seiring dengan hal tersebut, industri periklanan mobile pun diestimasi akan tumbuh pesat sebagai kocek tambahan dari para pelanggan ke saku operator.
“Dengan perhitungan yang akurat, para pengiklan mobile dan penerbit akan menyadari tingginya nilai pasar Indonesia,” ucap Singhal.