VIVAnews - Layanan telekomunikasi di kawasan Sumatera Barat, khususnya di sekitar kota Padang porak poranda akibat gempa berskala 7,6 SR yang terjadi di sekitar Pariaman, Sumatera Barat, 30 September 2009 kemarin.
Meski demikian, infrastruktur telekomunikasi di kawasan tersebut tidaklah terputus total.
“Jika diestimasi, mungkin sekitar 50 persen layanan selular di lokasi
dapat befungsi, dan kita harap angka ini bisa meningkat terus,” kata Basuki Yusuf Iskandar, Pelaksana Tugas Dirjen Postel, pada wartawan, 1 Oktober 2009. “Saya lihat di sini masalah yang mendasar adalah ketersediaan bahan bakar minyak,” ucapnya.
Seperti diketahui, BBM dibutuhkan sebagai bahan bakar untuk genset yang menjadi sumber arus listrik cadangan di saat darurat. “Ketersediaan listrik dan fasilitas publik lainnya seperti jalan raya yang rusak akibat gempa juga menjadi masalah besar,” ucap Basuki.
Masalah tersebut diamini oleh HCPT, Operator dengan brand Three. “BTS masih bisa berfungsi kurang lebih sampai 6 jam ke depan,” kata juru bicara HCPT. “Sementara ini kami menggunakan genset yang dikirim dari Medan. Tetapi kendala jalan raya yang rusak dan longsor menjadi hambatan. Kami usahakan malam ini bisa sampai,” ucap juru bicara tersebut.
Basuki menyebutkan, pihaknya sama-sama menyadari, fasilitas yang dimiliki sangat terbatas, sementara bantuan yang dibutuhkan lebih besar. “Saya harap, sarana dan fasilitas yang masih ada bisa dimanfaatkan dan dioptimalkan,” ucap Basuki. “Saya juga berterimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu,” ucapnya.
Saat ini, Mobile-8 memberikan layanan SMS donasi yang diberikan untuk korban gempa. Operator yang belum memiliki pelayanan aktif di kawasan bencana tersebut mengaku tidak ada masalah yang signifikan terjadi pada pihaknya. Adapun SMS donasi yang digelar kampanyenya didukung oleh RCTI, TPI, dan Global TV.
Bantuan serupa juga diberikan oleh Sampoerna Telecom Indonesia (STI). Operator CDMA dengan brand Ceria tersebut juga sedang menyiapkan layanan SMS donasi dan saat ini prosesnya sedang dalam tahap perizinan. Nantinya, bagi yang ingin mengirimkan bantuan bagi korban bencana dapat memanfaatkan layanan STI.
Selain SMS donasi, STI juga menyiapkan telepon umum gratis. Operator yang mengaku jaringannya tidak mengalami masalah tersebut sedang mencari tempat yang paling strategis untuk menempatkan fasilitas tersebut.