Sains & Teknologi

Hutchison-Vodafone Australia PHK 450 Pegawai

Karyawan yang diberhentikan berasal dari posisi customer service dan tim support.

Kamis, 24 September 2009, 12:00 WIB
Muhammad Firman, Muhammad Chandrataruna
  (acc-tv.com)

VIVAnews - Vodafone Australia, yang baru saja menyatu (joint venture) dengan Hutchison Telecom, dikabarkan telah memberhentikan tak kurang dari 450 karyawan. Pemecatan ini disebabkan karena ditutupnya call center di Melbourne dan dikikisnya tenaga outsource di India dan Tasmania.

Meski begitu, seorang juru bicara Vodafone Hutchison Australia yang mengatakan sekitar 380 pekerja terkena imbas penyatuan dua perusahaan raksasa tersebut, menuturkan kepada harian The Age bahwa perusahaan joint venture itu akan membuka lowongan call center baru di Mumbai (India) dan Kingston (Tasmania).

Sekitar 100 lowongan di Kingston akan dibuka, tetapi untuk Mumbai juru bicara tersebut belum bersedia menyebutkan. Sekedar diketahui, di Mumbai, perusahaan tersebut telah mempekerjakan sekitar 1.800 karyawan.

Service Stream, perusahaan yang memegang kontrak Vodafone juga mengonfirmasikan bahwa operator telekomunikasi itu berencana untuk memberhentikan 450 karyawan pada posisi customer service dan tim support mulai bulan depan hingga akhir Februari 2010.

Michael Doery, acting manager Service Stream mengatakan perusahaan tengah berusaha untuk mencarikan posisi baru bagi karyawan yang menjadi korban, tetapi pihaknya mengatakan tidak mungkin jika menampungnya.

“Kami sedang memikirkan jalan terbaik bagi para staf kami tanpa memberi harapan yang muluk kepada mereka,” ucap Doery, seperti VIVAnews kutip dari Cellular News, 24 September 2009.

Secara terpisah, perusahaan mengumumkan rencananya untuk membukukan 32,9 juta dolar Australia atau setara Rp 278,5 miliar dari para pemegang sahamnya pada right issue mendatang. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk meningkatkan fleksibilitas keuangan operator pada layanan call center dan membayar hutang.

Pekan lalu, operator ‘baru’ ini juga mengumumkan rencananya untuk menutup sejumlah kantornya di Sydney dan memindahkan karyawannya ke salah satu kompleks kantor di bagian utara Sydney.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ