Sains & Teknologi

Penggemar Google Docs Meningkat Pesat

1 dari 5 perusahaan menyatakan bahwa Google Docs digemari karyawan secara luas.

Kamis, 17 September 2009, 15:33 WIB
Indra Darmawan
Google Docs, aplikasi kerja online gratis dari Google (google.com)

VIVAnews - Dominasi Microsoft Office di lingkungan perkantoran kini mendapatkan tantangan baru, tapi bukan datang dari aplikasi penyunting open source.

Menurut survei teranyar yang dilakukan oleh firma IDC, tantangan besar yang dihadapi oleh Microsoft, datang dari aplikasi penyunting dokumen online milik Google, yakni Google Docs.

Dikutip dari situs Computerworld, hasil riset IDC menemukan bahwa 1 dari 5 perusahaan melaporkan bahwa aplikasi Google Docs di lingkungan kerja mereka sudah 'digunakan secara luas'.

IDC meneliti 262 orang yang merupakan senior manager di berbagai perusahaan dari yang berskala kecil hingga berskala besar. Hasilnya, para manajer tadi mengungkapkan peningkatan yang cepat dalam hal ketertarikan pekerja untuk memakai aplikasi Google Docs.

Pada riset sejenis yang dilakukan oleh IDC dua tahun lalu, ada sekitar 5 persen perusahaan yang menyatakan bahwa Google Docs banyak dipakai oleh para pekerja di kantor mereka. Sementara pada riset IDC yang terbaru (Juli 2009), angka itu sudah meningkat menjadi 19,5 persen.

"Google Docs memang belum menggantikan Microsoft Office. Tapi faktanya aplikasi ini berkembang dengan cepat , dan ini ancaman yang sangat besar bagi Microsoft," ujar Melissa Webster, analis IDC yang melaksanakan riset tersebut.

Namun, di luar pertumbuhan yang dialami Google Docs, ternyata sebaran Microsoft Office masih begitu luas. Saat ini pangsa pasar Microsoft Office masih berkisar pada angka sekitar 97 persen.

Dari situ, Melissa menjelaskan, terlihat banyak pekerja yang menggunakan kedua aplikasi tersebut. Namun, Webster mengatakan, bahwa Google Docs bisa mengkanibal peluang Microsoft alam hal tool penyunting dokumen online.

Microsoft berencana meluncurkan penyunting dokumen Office 2010, yang akan keluar bersama versi online-nya. Nantinya, Microsoft akan menyediakan berbagai opsi bagi pengguna untuk mengakses aplikasi Office lewat internet, langsung dari data center milik Microsoft.

Survei yang dilakukan oleh IDC meneliti perusahaan-perusahaan yang 80 persennya berasal dari Amerika Serikat, dan 64 persen dari perusahaan tadi berasal dari perusahaan TI. 35 persen perusahaan responden memiliki karyawan yang lebih sedikit dari 100 orang, dan 31 persennya memiliki lebih dari 5 ribu karyawan.

Survei sengaja tidak secara spesifik menentukan angka penyerapan Google Docs di perusahaan-perusahaan tadi, sehingga ungkapan bahwa Google Docs 'digunakan secara luas', diserahkan kepada para pembaca.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
demamank
22/04/2012
Saya pengguna google docs, pekerjaan sangat terbantu. gratis lagi. Microsoft 97% menguasai pasar, tapi Bill Gate pelit.
Balas   • Laporkan
IR. Zarghifar
25/09/2009
Google docs harus lebih inovatif lg dan butuh waktu lama utk mengalahkan mic_office... Apalagi mic_office 2010 akan hadir dgn inovasi2 yg memanjakan pemakainya...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ