Sains & Teknologi
Prediksi Pasar Telekomunikasi Indonesia

Pengguna BlackBerry Tahun 2009 Capai 1 Juta

Pengguna jejaring sosial akan terus tumbuh di Indonesia.

Rabu, 2 September 2009, 13:30 WIB
Indra Darmawan
Jusuf Kalla menggunakan Blackberry disaksikan istri dan putrinya (Antara/ Saptono)

VIVAnews - Pasar telekomunikasi nirkabel Indonesia ternyata telah mencapai kemajuan yang signifikan dalam lima tahun belakangan. Hingga akhir 2008, perangkat ponsel yang aktif  Indonesia telah mencapai lebih dari 150 juta unit.

Demikian diungkapkan oleh lembaga riset internasional Frost & Sullivan, melalui rilis yang diterima VIVAnews, Rabu 2 September 2009. Country Manager Frost & Sullivan Indonesia Eugen van de Weerd, penetrasi pasar telekomunikasi secara teoritis, adalah sekitar 63 persen.

Namun demikian, kenyataan di lapangan, rata-rata pengguna aktif Indonesia memiliki 1,3 kartu SIM. Berarti penetrasi pasar sebenarnya, berada pada kisaran angka 40 persen. Dengan angka tersebut, Indonesia dinilai potensial dan mampu mendekati negara-negara tetangga dalam hal penggunaan jasa telekomunikasi bergerak.

”Indonesia mempunyai lebih dari 150 juta pelanggan selular di akhir 2008 dan pertumbuhan pelanggan akan terus berlanjut seiring dengan para operator melakukan ekspansi dalam bidang jangkauan jaringan dan biaya, serta harga peralatan yang semakin murah,” ujar Eugene van de Weerd mengenai prediksinya tentang pasar telekomunikasi di Indonesia.

Frost & Sullivan juga melihat bahwa pasar pengguna ponsel pintar di Indonesia akan terus berkembang. Hingga kini, pengguna perangkat Blackberry telah mencapai jumlah 300 ribu. Diprediksi pelanggannya akan terus bertambah hingga jumlahnya akan mencapai 1 juta di akhir tahun ini.

Para operator selular di Indonesia akan menggunakan strategi pemasaran yang tepat untuk pasar pengguna ponsel pintar. Contohnya melalui peluncuran tarif yang kompetitif, termasuk pra bayar dan tarif akses harian, dimana strategi ini diterima dengan sangat baik oleh masyarakat.

Selanjutnya, Frost & Sullivan juga memperkirakan bahwa situs jejaring sosial akan terus berkembang di Indonesia. Hal ini dilihat jeli oleh beberapa jejaring sosial ternama seperti Friendster dan Facebook, yang telah melengkapi aplikasi mereka dengan fasilitas bahasa Indonesia untuk lebih menjaring anggota baru dari Indonesia.

Indonesia merupakan pasar dengan perkembangan paling cepat untuk Facebook di tahun 2008, yang mengalami peningkatan sebanyak 645 persen, dan memiliki lebih dari 810 ribu anggota pada bulan Desember 2008. Namun demikian, kiprah Friendster di sini masih kuat, dengan lebih dari 15 juta anggotanya di Indonesia.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ