VIVAnews - Tak mau dibilang latah atau sekedar ikut-ikutan tren pasar sesaat, eTouch, brand lokal besutan First Media Group asal Hong Kong, mengaku enggan menciptakan produk ponsel yang menyerupai desain ponsel pintar Qwerty seperti BlackBerry, Nokia E71, maupun Apple iPhone.
Keengganan itu diungkapkan Hendra Gouw, VP eTouch Indonesia di Jakarta saat VIVAnews wawancara, 1 September 2009. Menurutnya, menelurkan produk-produk yang memiliki desain menyerupai ponsel pintar itu cukup berisiko. Pasalnya, kesuksesan varian ponsel tiruan itu sangat bergantung pada kesuksesan ponsel aslinya.
“Daya serap produk seperti itu memang cukup besar di pasar. Seperti Nexian, produknya yang menyerupai salah satu desain merk ponsel terkenal itu, penjualannya sangatlah baik seiring ponsel aslinya juga sedang boom,” ucap Hendra.
Namun, Hendra mengatakan, tantangan bagi mereka, vendor-vendor ponsel brand lokal, adalah membuat ponsel desain sendiri yang bisa diterima di pasar. “Apakah nanti mereka bisa mengeluarkan produk yang revolusioner dan tidak hanya ikut-ikutan? Kita lihat saja,” ucapnya.
Hendra menyebutkan, pihaknya cukup percaya diri dengan inovasi desain yang mereka ciptakan. “Terus terang kami tak pernah terpikirkan untuk menciptakan produk yang meniru. Walaupun kami menyukai ponsel Qwerty berdesain candybar horizontal, tetapi kami tak akan mengeluarkan ponsel tiruan,” ucap Hendra ketus.
Namun begitu, eTouch mengaku berminat untuk mengikuti jejak Nexian dan ‘teman-teman’ pembesut brand lokal lainnya, yang mana para vendor tersebut berhasil menggandeng operator telekomunikasi untuk bekerja sama meningkatkan penjualannya.
“Sebenarnya dengan beberapa operator kami sudah menjalin kerja sama, tetapi skalanya sebatas regional. Untuk skala nasional, bisa saja dilakukan. Hal itu sedang kami diskusikan,” ucap Hendra.