VIVAnews - Ketika semua pembesut ponsel brand lokal memulai bisnisnya dari pasar Jakarta, sebagai ibukota negara, eTouch justru sebaliknya. Walaupun agak menyimpang dari perilaku pasar, tetapi First Mobile Group, pembesut brand eTouch, justru lebih percaya diri dengan memperkuat pasar di daerah lebih dulu.
Setelah melalang buana di tanah air sejak setahun lalu, Hendra Gouw, VP eTouch Indonesia, mengutarakan rencananya untuk masuk ke pasar ponsel Jakarta pada bulan September 2009.
“Kami memang pendatang baru di Jakarta, tapi tidak di Indonesia. Karena kami sudah mengekspansi pasar hingga total 25 kota, mulai dari Banda Aceh hingga Manado sepanjang setahun ini,” kata Hendra. “Di Jakarta, kami akan segera membuka sales point sekaligus service center di ITC Roxy Mas. Kemungkinan besar akan rampung bulan ini,” ucapnya.
Di sekitar Jakarta sendiri eTouch telah mengembangkan sayapnya sejak beberapa bulan lalu, termasuk di Bekasi, Depok, dan Bogor. “Untuk memperluas pasar, setelah Jakarta, kami juga berencana untuk mengekspansi jaringan distribusi kami bagian timur Indonesia hingga ke Papua. Mungkin akan direalisasikan sekitar kuartal akhir tahun 2009,” ucap Hendra pada VIVAnews lewat sambungan telepon.
Sekedar diketahui, produk ponsel yang sudah digelontorkan eTouch di Indonesia sejak diluncurkan di Indonesia telah mencapai 30 varian. Untuk memperluas segmen pasarnya, Hendra mengatakan, ke depannya, eTouch akan memboyong 4-5 varian baru ke Indonesia.
eTouch, perusahaan trading sekaligus distribusi produk ponsel asal Hong Kong, hadir pertama kali ke Indonesia sejak pertengahan Agustus 2008. Walaupun terlampau muluk, tetapi eTouch cukup yakin pada 2012 nanti ia akan masuk dalam lima besar brand terbesar di dunia.