VIVAnews - First Mobile Group, produsen ponsel lokal dengan brand eTouch menelurkan varian produk terbarunya, TD260. Tak ingin disebut-sebut ponsel tiruan merk-merk ternama, seperti iPhone, BlackBerry, ataupun Nokia, layaknya kompetitor, varian ponsel TV satu ini lebih mengedepankan teknologi 'drag & drop' dan didesain layaknya ponsel candybar biasa.
Meski begitu, eTouch memiliki strategi sendiri untuk bisa bertahan di pasar. Brand lokal satu ini lebih senang mengaplikasikan beragam fitur ketimbang menyerupai desain ponsel ‘tetangga’. Misalnya, selain teknologi 'drag & drop' untuk tampilan desktop themes, eTouch juga menyematkan sensor gerak, 'flip to silence', dan dual-camera.
“Kami hanya ingin memberikan suatu variasi tampilan yang berbeda pada ponsel terbaru kami. Dengan teknologi 'drag and drop' pada themes, kami menawarkan sebuah sensasi yang berbeda bagi pengguna ponsel di Indonesia,” kata Hendra Gouw VP eTouch Indonesia, seperti VIVAnews kutip dari keterangan resminya, 1 September 2009.
Sama halnya dengan ponsel candybar lain, ponsel eTouch yang bekerja di jaringan GSM 850/900/1800/1900 ini, dilengkapi pula dengan kamera. Hanya saja, pada TD260, eTouch membenamkan dual camera, satu pada sisi depan untuk self portrait, dan sisi lainnya di bagian belakang. Keduanya berkemampuan 0,3MP atau VGA. Menariknya, kamera ini juga dapat berfungsi sebagai video recorder dan video ring tone.
Selain itu, untuk mendukung segmen multimedia, selain TV Tuner untuk menyajikan layanan TV Analog, eTouch juga menyuguhkan pemutar MP3/MP4 dan radio FM. Sementara memori, ponsel berlayar sentuh TFT 2,4 inci (240x320 QVGA) ini dilengkapi dengan RAM dan ROM. Untuk kapasitas tambahan, eTouch menyediakan slot microSD atau T-Flash hingga 8GB. Sayang, tak ada informasi lebih detail untuk kapasitas memori internal yang ditawarkan.
Menunjang kebutuhan data, eTouch dilengkapi dengan GPRS class 12, lengkap dengan Bluetooth dan miniUSB. Perlu diketahui, ponsel berdimensi 115 x 52 x 14 mm ini ditenagai oleh baterai Li-ion berkekuatan 900 mAh.