VIVAnews - Pemerintah menyediakan peluang bagi para operator seluler untuk mendapatkan tambahan frekuensi. Meski begitu, sampai saat ini baru satu operator, Telkomsel, yang menyanggupi untuk membayar tarif penambahan frekuensi 3G yang ditetapkan, sebesar 160 miliar rupiah.
“Untuk tambahan frekuensi 3G kami akui kami tertarik, karena kami membutuhkannya. Tetapi, tidak untuk saat ini,” kata Joy Wahyudi, Direktur Commerce XL pada jumpa pers XL Parade Bundling HP, di Jakarta, 20 Agustus 2009.
Ditanya seputar kapan XL akan menambah frekuensinya, Joy belum bisa memastikan. “Mungkin tahun depan. Siapa tahu harganya berubah,” ucap Joy yang mengaku pesimis hal itu terjadi mengingat permintaan pasar terhadap 3G dewasa ini semakin tinggi.
“Pengakses 3G XL saat ini mencapai enam juta. Kalau sudah mendapat tambahan kapasitas, kita harapkan adanya pertumbuhan pengakses yang signifikan,” ucap Joy.
Seputar pertumbuhannya, Joy juga belum bisa memperkirakan seberapa besar. “Nanti akan kita sesuaikan target dengan permintaan pasar (market adjustment) pada saat itu,” ucapnya.