VIVAnews - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) melalui anak perusahaan, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) mengakuisisi 80 persen saham PT Solusindo Kreasi Pratama (Indonesian Tower). Namun, tidak dijelaskan nilai transaksi akuisisi tersebut.
Conditional agreement telah dilakukan perseroan dengan pemegang saham Solusindo dan Indonesian Tower. Namun, transaksi tersebut masih tergantung pada penyelesaian beberapa kondisi tertentu yang telah disepakati.
"Tower merupakan infrastruktur strategis bagi perusahaan ICT (information and commnunication technology) seperti Telkom. Akuisisi ini akan memperkuat posisi Telkom Group," kata Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah dalam siaran pers perseroan di Jakarta, Rabu 19 Agustus 2009.
Indonesian Tower adalah pelopor di bidang industri tower dan merupakan salah satu perusahaan tower independen terbesar di Indonesia. Perusahaan memiliki lebih dari 800 tower di seluruh Indonesia.
Pada 2008, Indonesia Tower memiliki customer base lebih dari 1.400 penyewa dengan penerimaan pendapatan sekitar Rp 300 miliar.
Direktur Utama Mitratel Bambang Subagyo menambahkan, paska akuisisi, Indonesian Tower akan memperkuat Mitratel dengan tim manajemen yang berpengalaman dan bekerja dengan seluruh operator seluler besar di Indonesia.
"Transaksi ini sejalan dengan target Mitratel untuk menjadi perusahaan tower terbesar di Indonesia," ujar Bambang.
Dalam beberapa bulan ke dapan, Mitratel dan Indonesian Tower serta pemegang saham akan berupaya memenuhi kondisi persyaratan yang ditetapkan dalam conditional agreement.
Mitratel menunjuk HSBC sebagai konsultan keuangan dan Melli Darsa & Co sebagai konsultan hukum.
arinto.wibowo@vivanews.com