VIVAnews - Akhir minggu lalu, dua orang muda-mudi terpilih untuk berangkat ke Amerika Serikat mewakili Indonesia dalam kompetisi tingkat dunia dalam hal kecepatan dan ketepatan mengetik SMS, LG Mobile World Cup 2009. Karena telah membawa nama Indonesia ke kancah internasional, tentu saja hal ini menuai tanggapan positif sekaligus dukungan dari pemerintah, khususnya Departemen Komunikasi dan Informatika.
"Jelas hal ini menjadi kehormatan bagi kita bangsa Indonesia. Selain menunjukkan bahwa layanan teks atau SMS sudah bukan lagi fitur tambahan dan mempunyai positioning tersendiri dalam layanan telekomunikasi, ini juga membuktikan bahwa layanan telekomunikasi Indonesia menjadi sorotan masyarakat dunia," kata Gatot S Dewa Broto, Kepala Pusat Informasi dan Humas Departemen Kominfo pada VIVAnews melalui pesawat telepon, 18 Agustus 2009.
Gatot mengungkapkan harapannya agar dua wakil Indonesia yang akan berangkat akhir tahun nanti, yakni Syanti Deviani asal Jogjakarta dan Jimmy Heriyanto asal Jakarta, dapat mengharumkan nama Indonesia. Di samping itu, Gatot juga mengatakan bahwa terdapat satu hal yang juga tak kalah penting.
Dengan terlibatnya Indonesia di sebuah kompetisi bidang teknologi telekomunikasi pada tingkat global, menurutnya, hal ini akan membuat mata masyarakat internasional lebih menyorot industri telekomunikasi Indonesia lebih menyeluruh. "Karena itu, kami juga berharap agar operator telekomunikasi mampu menjaga standar kualitas layanan atau quality of service (QoS) di industri. Tunjukkan kualitas layanan telekomunikasi kita juga memiliki mutu internasional," ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Gatot menuturkan harapannya agar industri telekomunikasi dan pemainnya lebih kreatif dalam menyelenggarakan kompetisi-kompetisi serupa. "Ini tak lepas dari cita-cita kita untuk membentuk masyarakat kreatif. (Kompetisi) ini baru salah satu dari sekian banyak varian kompetisi. Kita harap ke depan industri telekomunikasi juga menunjang terbangunnya industri kreatif dalam negeri. Terlebih lagi, tahun ini telah dicanangkan sebagai tahun kreatif," ucap Gatot.