Sains & Teknologi

Hacker Mencuri Data 130 Juta Kartu Kredit

Ini adalah kasus pencurian data terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.

Selasa, 18 Agustus 2009, 14:31 WIB
Indra Darmawan, Shinta Eka Puspasari
  (identityfraudnews.com)

VIVAnews - Tiga pria diadili di Amerika Serikat (AS) dengan tuduhan pencurian informasi dari lebih 130 juta kartu debit dan kredit, Senin 17 Agustus 2009 waktu setempat.

Kasus ini disebut-sebut sebagai kasus pencurian identitas terbesar dalam sejarah Amerika. Ketiga peretas itu adalah Albert Gonzalez, 28 tahun, serta dua warga Rusia yang namanya tidak disebutkan.

Mereka didakwa oleh Pengadilan Distrik Newark melakukan konspirasi untuk mendapat akses legal ke komputer-komputer, penipuan dengan koneksi komputer, dan perusakan sistem komputer.

Gonzalez Cs menggunakan teknik peretasan SQL Injection untuk menjebol firewall jaringan-jaringan perusahaan, untuk kemudian mencuri data-data rahasia perusahaan antara 2006 hingga 2008.

Menurut jaksa penuntut, para terdakwa menargetkan perusahaan-perusahaan besar yang termasuk dalam daftar 500 perusahaan besar versi majalah Fortune. Terdakwa menjelajahi laman-laman perusahaan tersebut sebelum menerobos masuk.

Tiga perusahaan yang kerap diretas yaitu pemroses pembayaran tagihan Heartland Payment Systems, jaringan toko serba ada 7-Eleven, dan supermarket Hannaford Brothers. Informasi curian lalu dikirim ke server di California, Illinois, Latvia, Belanda, dan Ukraina.

"Mereka kemudian menjual data tersebut kepada siapa pun yang akan menggunakan kartu untuk pembelanjaan ilegal," demikian disampaikan jaksa.

Akibatnya, seperti dikutip dari situs BBC, mereka terancam hukuman 20 tahun penjara untuk penipuan di internet, serta hukuman lima tahun penjaran untuk melakukan konspirasi.

Gonzalz juga terancam hukuman denda untuk setiap tuduhan di atas, masing-masing sebesar US$250.000 atau sekitar Rp 2,5 miliar.

Gonzalez juga disebut-sebut sebagai mantan informan pemerintah. Sebelumnya ia juga sempat dibui atas tuduhan peretasan sistem komputer milik sebuah jaringan restoran di Amerika Serikat.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
tersinggung
18/08/2009
tolong ganti judulnya
Balas   • Laporkan
tersinggung
18/08/2009
mohon diganti judulnyaaa
Balas   • Laporkan
tersinggung
18/08/2009
Hacker sejati akan selalu bertindak berlandaskan kode etik dan aturan main sedang cracker tidak mempunyai kode etik ataupun aturan main karena cracker sifatnya merusak.
Balas   • Laporkan
tersinggung
18/08/2009
hacker sangat membantu pemerintahan.. cracker sangat merusak
Balas   • Laporkan
tersinggung
18/08/2009
Beda sekali artinya antara hacker dan cracker seharusnya judul artikel adalah Cracker Mencuri Data 130 Juta Kartu Kredit http://forum.dudung.net/index.php?topic=8999.0;wap2
Balas   • Laporkan
tersinggung
18/08/2009
mas atau mba tolong bedakan hacker dengan cracker !!! Pelajari lagi arti hacker dan cracker !!! http://forum.dudung.net/index.php?topic=8999.0;wap2 Baca diatas dulu dan masih banyak lagi sumbernya di Buku perpustakaan dan di browsing internet !! Seharusn
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ