VIVAnews - PT Indosat Tbk (Indosat) berencana untuk meluncurkan satelit Palapa D pada akhir Agustus 2009, yang akan menggantikan operasi Satelit Palapa C2, yang akan berakhir masa orbitnya pada 2011.
“Akhir Agustus, kami berencana meluncurkan Satelit Palapa D. Tapi, segala sesuatunya tergantung cuaca,” kata Harry Sasongko, Direktur Utama Indosat di Gedung Satelit Palapa-Jatiluhur, Purwakarta, 14 Agustus 2009.
“Peluncuran Satelit Palapa D merupakan wujud komitmen kami bagi pelanggan pengguna layanan satelit yang sebagian besar adalah broadcaster televisi, penyedia jasa VSAT, serta pelanggan korporat lainnya,” ucap Harry.
Lebih lanjut, satelit Palapa D nanti akan beroperasi di orbit 113 derajat Bujur Timur, yang mana sekarang ini masih ditempati Satelit Palapa C2. Sementara itu, Satelit Palapa C2 yang masih mempunyai masa aktif hingga dua tahun ke depan akan direlokasi ke orbit 150,5 derajat Bujur Timur yang mana sebelumnya ditempati Satelit Palapa C1.
“Cakupan Satelit Palapa D lebih luas dan lebih kuat dibandingkan Satelit Palapa C. Tak hanya itu, jumlah transponder pada Palapa D lebih banyak ketimbang palapa C,” kata Harry.
Kabarnya, Satelit Palapa D akan memiliki 40 transponder, lebih banyak daripada Palapa C2 yang hanya 36 transponder. Dari 40 transporder itu, sekitar 40 persen akan digunakan untuk kepentingan Indosat di dalam negeri, sedangkan sisanya akan disewakan ke pihak di luar Indosat baik dari dalam maupun luar negeri.
Selain Indonesia, cakupan satelit yang akan diluncurkan akhir bulan ini, bisa mencakup Asia, India, Jepang sampai Australia.