Sains & Teknologi

Ada Google Earth, Tak Perlu Satelit Militer

Satu dekade lalu, hanya sedikit orang yang bisa mengakses gambar satelit semacam itu.

Selasa, 11 Agustus 2009, 13:55 WIB
Muhammad Firman, Harriska Farida Adiati
  (google.com)

VIVAnews - Pemimpin kelompok pemberontak Taliban Pakistan, Baitullah Mehsud, dikabarkan tewas akibat rudal CIA menghantam rumah ayah mertuanya di daerah terpencil Zangarha di Pakistan. Meski peristiwa tersebut terjadi di lokasi terpencil dan terisolasi, tidak perlu satelit mata-mata untuk mendapat gambar wilayah tersebut. Dengan Google Earth, gambar lokasi bisa ditemukan.

Seperti VIVAnews kutip dari Tech Crunch,11 Agustus 2009, Stefan Geens menunjukkan lokasi tersebut dalam blognya, Ogle Earth, dengan menggunakan informasi mengenai lokasi terkait yang dikumpulkan dari laporan berita. Dia juga menemukan lokasi di mana tanah pekuburan diduga berada. 

Satu dekade lalu, hanya sedikit orang yang bisa memiliki akses ke gambar satelit semacam itu. Namun kini, siapapun bisa mengunduh situs satelit itu tanpa harus membayar. 

Walaupun CIA dan satelit militer memiliki resolusi yang lebih tinggi, namun Google Earth memperkecil kesenjangan informasi geografis antara pemerintah dan warga negara biasa. Baru-baru ini, museum peringatan Holocaust di Amerika Serikat juga menggunakan Google Earth untuk mendokumentasikan secara grafis tentang genosida di Darfur, Sudan. 

Semakin sulit untuk bersembunyi dari Google Earth. Sayangnya, Google Earth masih menampilkan sesuatu yang sudah berlalu. Berbagai peristiwa yang tengah berlangsung di berbagai belahan dunia belum bisa langsung disaksikan secara langsung.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ