VIVAnews - Pangsa pasar prosesor berbasis x86 milik Intel naik ke angka 80,5 persen pada kuartal kedua 2009 yang baru lalu. Angka tersebut merupakan peningkatan dibandingkan dengan 78,2 persen pada kuartal sebelumnya.
Peningkatan ini didorong oleh pemangkasan harga sejumlah jajaran prosesor desktop mereka dan persoalan menipisnya stok beberapa tipe prosesor yang telah berhasil diatasi. Keterangan tersebut diungkapkan oleh sejumlah sumber di pasar setelah melihat angka-angka yang dirilis oleh perusahaan riset pasar, Mercury Research.
Pangsa pasar prosesor desktop AMD yang di kuartal pertama 2009 lalu sempat menunjukkan angka yang menggembirakan, yakni menembus di atas 20 persen, yakni 20,9 persen, di kuartal kedua 2009 kembali menurun. Kini pangsa pasarnya hanya 18,7 persen. Kabar buruknya, penguasaan pasar ini juga lebih rendah dibandingkan pada kuartal yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 18,8 persen.
Sama seperti Intel, produsen chip prosesor x86 lainnya, yakni VIA mengalami peningkatan pangsa pasar. Bila di kuartal sebelumnya vendor asal Taiwan tersebut berhasil mencuri sebesar 0,8 persen pasar di kuartal kedua 2009 ini mereka memiliki pangsa pasar 0,9 persen. Meski begitu, bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, pangsa pasarnya turun sebesar 0,4 persen.
Secara keseluruhan, menurut data Mercury Research, penjualan prosesor x86 di kuartal kedua 2009 naik sebanyak 13,8 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Tetapi turun sebanyak 2,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.