VIVAnews - Samsung Electronics melaporkan pendapatan gabung sebesar 32,51 triliun won atau setara 264 triliun rupiah per kuartal kedua yang berakhir 30 Juni 2009. Dengan begitu Samsung mencatat peningkatan pendapatan sebesar 11,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Samsung juga melaporkan keuntungan operasional gabungan sebesar 2,52 triliun won atau setara 20,4 triliun rupiah, atau tumbuh sekitar lima persen ketimbang tahun lalu dan meningkat 436 persen dari Q1 09.
“Samsung berhasil meraih pendapatan yang mengagumkan di kuartal kedua dengan menunjukkan performa yang kuat kepada konsumen bisnis elektronik di tengah persaingan pasar yang kompetitif,” kata Robert Yi, Vice President dan kepala Samsung Electronics Investor Relations Team, dalam keterangan resminya yang diterima VIVAnews, Rabu 5 Agustus 2009.
Dilaporkan Samsung, semikonduktor mencatat keuntungan gabungan operasional sebesar 240 miliar won atau setara 1,9 triliun rupiah. Sementara itu, pendapatannya mencapai 6,14 triliun won atau setara Rp 49,8 triliun rupiah, meningkat 7,2 persen dari tahun sebelumnya.
“Meski bisnis semi konduktor melemah, Samsung melihat performa operasionalnya meningkat dari kuartal sebelumnya, yang mana harga pasar untuk DRAM meningkat sedangkan pasokan berjalan stabil dan tingginya penjualan PC mendorong tumbuhnya permintaan pasar,” ujar Yi. Naiknya harga NAND, menurutnya, juga didorong oleh permintaan dari pembuat smartphone dan portable media players.
Sementara itu, untuk LCD, Samsung mencatat keuntungan operasional sebesar 150 miliar won atau setara 1,2 triliun rupiah dari total pendapatan sebesar 5,10 triliun won atau setara 41,4 triliun rupiah, turun sekitar 8,1 persen dibandingkan tahun lalu.
Samsung bangkit kembali setelah mengalami kerugian operasional pada kuartal pertama dengan adanya peningkatan permintaan atas panel LCD dan mendongkrak unit penjualan hingga lebih dari 30 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Namun demikian, pengurangan produksi dalam industri memiliki efek pada penyediaan pasokan.
Untuk divisi perangkat telekomunikasi, dilaporkan keuntungan operasionalnya mencapai 1 triliun won atau setara 8 triliun rupiah, mempertahankan marjin 10 persen.
Pendapatan mencapai 10,04 triliun won atau setara 81,2 triliun rupiah, naik sekitar 27,4 persen ketimbang tahun lalu.
Diketahui pula, penjualan ponsel Samsung secara global meningkat 14 persen dibandingkan kuartal sebelumnya menjadi 52,3 juta unit.
“Kami akan terus memperkuat penjualan di Eropa dan Amerika Utara. Rata-rata harga penjualan untuk ponsel Samsung naik dua persen, disebabkan meningkatnya permintaan pasar akan layar sentuh dan piranti high-end,” papar Yi.