VIVAnews - Selama lima tahun ini, Farid, putra yang merangkap asisten Mbah Surip menemani sang ayah tinggal di rumah di sebuah kamar kontrakan di gang sempit di Kelurahan Cipayung, Jakarta Timur. Tak heran, Farid masih terlihat syok dan terpukul karena tak bisa menerima kepergian ayahnya yang amat mendadak.
Pria berusia 25 tahun ini terlihat duduk diam di salah satu rumahnya. Ia terlihat tak mampu menjawab pertanyaan dan ucapan bela sungkawa dari media maupun masyarakat sekitar.
Semedi, salah seorang keponakan Mbah Surip, mengatakan, anak Mbah Surip, Farid, saat ini masih syok. "Jadi nggak bisa dimintai keterangan. Kita juga masih berembuk. Nanti akan dimakamkan di mana, belum tahu pastinya di mana," katanya.
Hubungan Farid dengan sang ayah memang bisa dibilang amat dekat. Kebiasaan mereka antara lain, Farid kerap memboncengi sang ayah naik sepeda motor menuju Kampung Artis, Cipayung. Dan, dia jugalah yang membelanjakan barang-barang keperluan Mbah Surip, seperti baju dan sepatu.