VIVAnews - Penjualan ponsel meningkat lima persen dibandingkan kuartal pertama secara global. Menurut sejumlah peneliti di iSuppli, perusahaan spesialis periset pasar teknologi, pasar ponsel mampu berjuang sehingga penjualannya cukup stabil kendati dihantam krisis finansial.
Menurut data iSuppli, secara global, penjualan ponsel meningkat 4,7 persen menjadi 265 juta unit pada Q2 dibandingkan Q1 tahun ini. Peningkatan ini tertolong daya serap pasar yang cukup kuat terutama di wilayah Timur Tengah dan Amerika Latin.
Namun, jika dibandingkan Q2 2008, pasar global justru mengalami penurunan penjualan sekitar 15,1 persen. “Pasar kini mendekati titik terendah,” ujar Tina Teng, salah seorang analis iSuppli, yang dikutip VIVAnews dari International Business Times, Sabtu 1 Agustus 2009.
“Di dalam pasar handset kita melihat lebih banyak pesanan yang masuk, lima vendor atau OEM (original equipment manufacturer) memproyeksi adanya pertumbuhan positif,” ucapnya.
Tahun ini, penjualan diperkirakan masih akan menyusut hingga menyentuh angka 9,9 persen pada pertumbuhan year-on-year (YoY) menjadi 1,1 miliar unit. Dan, ini akan menjadi penyusutan pertama sejak delapan tahun lalu.
Namun demikian, iSuppli meramal penjualan ponsel perlahan-lahan akan membaik. Di Q3, diperkirakan penjualan meningkat sekitar enam persen dan merangkak naik ke 8,3 persen pada kuartal akhir tahun 2009.