Sains & Teknologi

Apple Hentikan Produksi iPod Model Lama?

Apple meramalkan penjualan iPod model lama akan terus termakan oleh iPod Touch dan iPhone.

Kamis, 23 Juli 2009, 18:27 WIB
Indra Darmawan
  (apple.com)

VIVAnews - Di saat penjualan iPod Touch terus mengalami kenaikan, belum lama ini Chief Financial Officer Apple Peter Oppenheimer mengumumkan penurunan penjualan iPod, yang merupakan penurunan pertama dalam sejarah.

Selama kuartal ketiga, Apple cuma sukses menjual sekitar 10,2 juta iPod. Padahal di kuartal sama tahun lalu, Apple bisa menjual hingga 11 juta unit. Di lain sisi, ponsel iPhone mengalami pertumbuhan year-over-year sebesar 626 persen, sementara pemutar musik iPod Touch mengalami kenaikan 130 persen.

Menurut Oppenheimer, penurunan itu merupakan salah satu alasan mengapa Apple mengembangkan iPod Touch. "Kami memperkirakan pemutar MP3 tradisional kami akan menurun dari waktu ke waktu, karena kami melakukan kanibalisasi pasar dengan iPod Touch dan iPhone," ujar Oppenheimer, seperti dikutip dari situs Techcrunch.

Ketika pertama kali Apple melakukan rebrand terhadap iPod Classic pada 2007, Apple memperkenalkan pemutar musik berbasis penyimpanan hard disk berkapasitas 80 GB dan 160 GB. Namun kemudian iPod Touch muncul  dengan beberapa pilihan kapasitas 8 GB, 16 GB, dan 32 GB (Solid State Disk).

Dengan adanya pernyataan Oppenheimer, belum jelas apakah Apple bakal menghentikan produksi iPod model-model lamanya (iPOd Classic, iPod Nano, dan iPod Shuffle) dan menggantikannya dengan iPod Touch generasi terbaru.

Faktanya, iPod Touch memang menawarkan fungsionalitas yang lebih beragam, dan ia juga mampu menjalankan aplikasi-aplikasi iPhone, yang kini juga menjadi ladang uang baru bagi Apple.
 
Walaupun masih banyak pengguna iPod yang menginginkan gadget berkapasitas besar dengan harga yang lebih terjangkau seperti pada iPod Classic, namun banyak orang yang memperkirakan, sebentar lagi masa-masa iPod model lama tinggal menunggu hari untuk menjadi barang antik.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ