VIVAnews - Setelah menunjukkan komitmennya memenuhi desakan membuka kantor layanannya di sini, akhirnya pemerintah kembali memperbolehkan Research in Motion (RIM) untuk kembali menjual BlackBerry yang telah mendapat sertifikasi.
Namun, pemerintah ingin agar kantor RIM di Indonesia tak sekadar menyediakan layanan purna jual seadanya. "Kami meminta kepada RIM agar kualitas layanan purna jualnya di Indonesia nanti sama dengan yang ada di Singapura," ujar Gatot S Dewa Broto, Kepala Humas Depkominfo kepada VIVAnews, Rabu 15 Juli 2009.
Pusat layanan RIM sendiri, rencananya secara teknis sudah dapat beroperasi sejak tanggal 21 Agustus 2009. Kendati demikian, ia baru akan resmi diluncurkan kepada publik lima hari kemudian, yakni pada 26 Agustus 2009.
RIM akan membuka beberapa service center di Indonesia. "Intinya, mereka menargetkan akan membangun enam kantor layanan purna jual di sini (Indonesia)," Gatot menjelaskan.
Dan pada 15 Oktober tahun ini, RIM juga akan menambah dua service center lainnya. Namun, RIM belum mengungkapkan di kota mana saja mereka akan membangun pusat layanannya di Indonesia. Bahkan RIM telah memaparkan agenda kerja yang akan dilaksanakannya, menyangkut pembangunan service centernya di sini.
Jadwal tersebut meliputi publikasi perencanaan yang dilaksanakan 14 Juli, konstruksi bangunan, pengiriman material, dan pelatihan yang dilakukan 31 Juli, penuntasan service center (7 Agustus), ujicoba layanan (17 Agustus), peninjauan kualitas atau quality assurance (20 Agustus), dan mulai beroperasi pada 21 Agustus 2009.
Dengan demikian, setelah melalui perjalanan yang lumayan panjang, sejak 21 Agustus mendatang para pelanggan BlackBerry yang bermasalah di Indonesia, bisa langsung memperbaiki piranti mereka di service center barunya di Indonesia