Sains & Teknologi

Tabulasi Elektronik SMS Berjalan Lancar

Walau dirundung kendala non teknis, sistem SMS menghadirkan 10 persen suara dalam semalam.

Kamis, 9 Juli 2009, 18:17 WIB
Indra Darmawan
  (phonenumbers4u.co.uk)

VIVAnews - Tidak seperti dugaan banyak pihak sebelumnya, tabulasi elektronik Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menggunakan teknologi SMS, ternyata berjalan dengan sangat lancar.

Dalam tempo satu malam saja, sistem tabulasi yang didukung oleh organisasi nirlaba asal Amerika Serikat International Foundation for Electoral System (IFES), mampu menghimpun sebanyak 18.887.731 suara dari seantero Indonesia. Angka itu hampir mencerminkan total jumlah suara yang dihimpun oleh tabulasi elektronik menggunakan SMS kali ini.

Artinya, KPU dalam satu malam sukses mengumpullkan lebih dari 10 persen suara dari jumlah daftar pemilih tetap di seluruh Indonesia yang berjumlah 176.367.056 orang, tepatnya 10,7 persen suara. "Sistem SMS memang mampu menghadirkan sistem pengiriman yang cepat, aman, akuntabel, dan mudah," ujar Riyogarta, perwakilan IFES kepada VIVAnews, Kamis 9 Juli 2009.

Hasil ini merupakan kemajuan yang menggembirakan bila dibandingkan dengan tabulasi elektronik pemilu legislatif 9 April 2009 lalu, yang mengadopsi teknologi Intelligent Character Recognition (ICR).  Pada pemilu legislatif lalu, KPU membutuhkan waktu sekitar 12 hari untuk mengumpulkan 10 persen suara.

Kendati SMS selalu menjadi andalan beberapa lembaga survei untuk melakukan penghitungan cepat (quick count), namun, menjelang hari-hari terakhir hari sebelum waktu pencontrengan, banyak yang meragukan teknologi ini.

Selain keraguan untuk masalah keamanan, teknologi SMS pada pemilu kali ini juga memang mengalami kendala non teknis di lapangan. Hal tersebut juga diakui oleh Riyogarta. Beberapa hari sebelum pemilu, cuma 9 ribu dari total 450 ribu ketua KPPS yang mendaftarkan nomornya untuk bisa melaporkan ke jaringan SMS pemilu.

Padahal tanpa mendaftarkan nomor ponselnya, Ketua KPPS tidak bisa melaporkan perolehan suara di TPS-nya masing-masing. Itu terjadi karena mepetnya sosialisasi KPU ke tingkat daerah.

Untuk mengatasinya, IFES menyewa empat orang untuk bekerja di helpdesk KPU untuk menghubungi ketua-ketua KPPS di seluruh Indonesia untuk segera mendaftar.  Hasilnya, hingga sehari menjelang pemilu digelar, KPU mampu mendaftarkan sekitar 104 ribu KPPS, atau 23 persen dari total KPPS/ TPS yang ada di seluruh Indonesia. 

Riyo meyakinkan bahwa sistem ini aman dari upaya kecurangan dari pihak luar. "Kami menggunakan sistem white list, yang hanya akan menerima SMS-SMS dari nomor yang telah didaftarkan," kata Riyo.

Sebelum sistem registrasi ini diterapkan, malah IFES dan KPU merencanakan untuk membagikan kartu SIM Telkomsel ke seluruh ketua KPPS, karena sistem SMS memang menggunakan jaringan Telkomsel. Namun, akhirnya rencana ini juga dibatalkan karena tenggat waktu yang sudah semakin sempit.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ