VIVAnews - Popularitas Android sebagai platform alternatif bagi handset mulai berkibar.
Produsen ponsel asal Taiwan yang merupakan vendor Windows Mobile terbesar, juga berada di urutan depan dalam mengembangkan platfom Android.
Motorola, Samsung, LG, telah memiliki produk Androidnya. Bahkan, baru-baru ini Sony Ericsson pun santer diisukan tergiur untuk turut membuat ponsel berplatform terbuka itu.
Namun, itu semua tak membuat vendor ponsel terbesar Nokia, turut dengan tren. Baru-baru ini, perusahaan berbasis di Espoo Finlandia itu membantah mentah-mentah rumor tentang rencana Nokia meluncurkan ponsel Android, September mendatang.
"Adalah sama sekali tidak benar, bahwa Nokia sedang mengembangkan Android. Sudah sangat diketahui bahwa kami memilih Symbian sebagai platform bagi ponsel-ponsel pintar kami," ujar juru bicara Nokia, seperti dikutip dari situs Techherald.
Isu rencana Nokia melansir ponsel Android sendiri muncul pertama kali saat sumber yang tak mau disebutkan namanya memberi informasi tersebut kepada situs Guardian.
Padahal, tahun lalu, baik Google sebagai pengusung Android, maupun Symbian sebagai pemilik saham terbesar Symbian, sempat punya rencana untuk menggabungkan kedua sistem operasi itu dalam satu bendera. Namun entah kenapa rencana itu kandas di tengah jalan.
Menurut data akhir 2008, ponsel Symbian merupakan piranti terbesar yang tersebar di seluruh dunia, dengan menguasai 50 persen pangsa pasar. Sementara iPhone OS (17 persen), Research in Motion (15 persen), dan Windows Mobile (13 persen) menyusul di bawahnya.
Android sendiri merupakan platform terbuka yang pertama kali dikembangkan oleh Google. Belakangan, varian dari Linux itu, didukung pula oleh Motorola, HTC, Intel, Qualcomm, yang tergabung dalam Open Handset Alliance.