VIVAnews - Sebagai salah satu mitra distributor BlackBerry Indonesia, Indosat, mengaku mendukung penuh inisiatif pemerintah meminta Research In Motion (RIM) melakukan pembangunan layanan purna jual perangkat BlackBerry di Indonesia.
Namun, Head of Brand Marketing Indosat, menyayangkan tenggat waktu yang terlalu sempit yang diberikan pemerinta kepada RIM untuk membangun service center.
"Kami (Indosat) menyerahkan semuanya kepada pemerintah dan RIM. Tapi, pemerintah jangan terlalu tergesa-gesa. Yang benar saja, RIM dikasih waktu hanya dua minggu untuk bangun service center," kata Teguh kepada VIVAnews di Jakarta, Jumat 3 Juli 2009.
Seyogyanya, kata Teguh, pemerintah memberikan kelonggaran kepada RIM. Sambil menunggu hasil keputusan dari pertemuan pemerintah dengan RIM yang dijadwalkan hari ini, Teguh mengaku, stok BlackBerry Indosat masih cukup untuk memenuhi permintaan pasar.
Lebih lanjut, Teguh memperkirakan jumlah total BlackBerry yang masih tersebar di reseller Indosat, masih 30 ribuan unit. "Setidaknya hingga sebulan ke depan, saya kira masih cukup aman," kata Teguh optimistis.
Teguh juga menyayangkan bila pengapalan BlackBerry yang sudah berada di perjalanan (shipping) ke Indonesia, turut dibekukan. Seperti diberitakan VIVAnews sebelumnya, BlackBerry AXIS yang izin sertifikasinya telah dikeluarkan sejak lama, terpaksa turut dibekukan karena RIM yang belum juga meresepon desakan pemerintah untuk membuka servis center.
"Sayang kan kalo BlackBerry-nya 'nyangkut di jalan. Padahal demand pasar sedang tinggi-tingginya sekarang ini," ujar Teguh.
Beberapa waktu lalu, XL juga meminta agar pemerintah tak hanya membekukan pasokan BlackBerry yang dipasok resmi melalui operator-operator. XL minta agar pemerintah juga tak membiarkan beredarnya BlackBerry ilegal, untuk mencegah pasar BlackBerry ilegal bertumbuh pesat.