Sains & Teknologi
Pasar Seluler

2009, Target Global Teleshop Rp 1 Triliun

Krisis mendorong Global Teleshop memperkuat sektor retail, karena tak terlalu terpengaruh.

Kamis, 2 Juli 2009, 14:50 WIB
Muhammad Firman, Muhammad Chandrataruna
  (Adri Prastowo)

VIVAnews - Global Teleshop, salah satu mitra distributor ekslusif Nokia di Indonesia, menargetkan pertumbuhan pendapatan 20%, dari sekitar Rp 800 miliar menjadi Rp 1 triliun akhir tahun ini dari penjualan retail.

Target tersebut dipicu oleh ekspansi dengan membuka 50 outlet baru. Sementara ini, Global Teleshop baru memiliki sekitar 322 outlet retail yang tersebar di 110 kota di seluruh indonesia.

Optimisme Global bukan tanpa alasan. Dari hasil pengamatannya, selama krisis, sektor retail menjadi satu-satunya sumber pendapatan yang stabil.

“Masa krisis mendorong kami untuk lebih memperkuat sektor retail, karena daya serapnya tak terlalu terpengaruh,” kata Djatmiko Wardoyo, Direktur Utama Global Teleshop di sela jumpa pers Nokia di Jakarta, 2 Juli 2009. 

Menurut Djatmiko, pada Q4 08, pasar ponsel sempat melesu karena isu krisis. Tapi, pada Q1 dan Q2 tahun ini penjualannya kembali stabil. “Ketika itu, sekitar akhir tahun lalu, chanel distribusi kami termakan isu krisis. Karena itu, mereka mengerem untuk tidak menambah stok dari kami,” ucapnya.

Untuk menggapai targetnya itu, lebih lanjut Djatmiko menyebutkan, Global Teleshop menyisihkan dana investasi segar Rp 15 M untuk mengembangkan outletnya menjadi 350-400 outlet pada akhir tahun.

“Sementara ini fokus kami melebarkan sayap di dalam negeri dulu. Kami belum ada rencana ekspansi ke luar negri. Potensi pasar di Indonesia masih sangat prospektif,” kata Djatmiko. “Dari data yang kami kumpulkan, sekitar 140 juta pengguna selular tidak mewakili 50% penduduk di Indonesia, karena umumnya pengguna memiliki lebih dari satu nomor. Artinya, prospek di sini masih cukup luas,” ucapnya.

• VIVAnews
Rating