Sains & Teknologi

Axis Kenalkan Layanan BlackBerry Harian

BlackBerry Internet Service harian dibanderol Rp 3.900.

Selasa, 30 Juni 2009, 15:40 WIB
Indra Darmawan, Muhammad Chandrataruna
  (AP Photo)

VIVAnews - Di tengah ketidakpastian terhadap penghentian pembekuan izin masuknya ponsel BlackBerry ke Indonesia, hari ini Axis memperkenalkan layanan BlackBerry hariannya.

Layanan BlackBerry Internet Service (BIS -layanan BlackBerry yang ditujukan bagi pengguna perseorangan), memang baru akan diluncurkan pertengahan Juli mendatang. Axis menawarkan layanan BIS melalui tiga paket, yakni paket harian, mingguan, dan bulanan.

Paket harian BIS Axis merupakan yang termurah di kelasnya, yaknik Rp 3.900. Sementara untuk paket mingguan, BIS Axis dibanderol seharga Rp 25.000, dan paket bulanan, yakni senilai Rp 100.000.

Selain itu, seribu calon pelanggan pertama yang melakukan pre-order BlackBerry Axis, akan menerima potongan harga fantastis sebesar 50 persen dari paket bulanan, selama 3 bulan.

Di samping itu, bisa mendapatkan aksesoris BlackBerry original dengan harga khusus dan dapat memilih nomor cantik di Axis Center.

Menurut Axis, jumlah pre-order yang sudah masuk, sudah lebih dari 5000. 'Mereka umumnya adalah pelanggan baru. Pelangan lama Axis boleh mengupgrade layanan Axisnya ke layanan BlackBerry Axis," kata Johan Buse, Chief Marketing Office Axis di kantornya, Menara Axis, Mega Kuningan Jakarta, Selasa 30 juni 2009.

Axis juga telah menyediakan jaringan yang didukung oleh 3.500 BTS untuk layanan BlackBerry. Namun, saat ini baru bisa dinikmati di sejumlah kota besar nasional. "Saat ini, 25 persen BTS kami sudah berteknologi 3G, sisanya EDGE," kata Johan.

Selain Axis, beberapa operator lain seperti Indosat, Telkomsel, dan XL juga telah memasarkan produk BlackBerry. Saat ini total pelanggan BlackBerry di Indonesia mencapai sekitar 300 ribu pelanggan.

Keluarnya kebijakan pembekuan sertifikasi oleh regulator, diperkirakan bakal membuat para operator di Indonesia mengalami potensi kerugian sebesar US$ 1,8 juta (sekitar Rp 18.4 miliar) per bulan.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ