VIVAnews - Mendukung teknologi cloud computing yang dewasa ini mulai marak, LG Electronics Indonesia menambah jajaran monitor PC seri N terbarunya, yakni LG Network Monitor seri N1642W untuk monitor berukuran 15,6 inci, N1742L untuk yang berukuran 17 inci, dan N1941W untuk 18,5 inci.
“Dengan LG Network Monitor, user cukup menggunakan 1 perangkat CPU. Mereka dapat mengoperasikan hingga lima monitor untuk seri N dan 30 monitor untuk seri Nplus secara bersamaan,” kata Albert Susilo, Head of IT Marketing LGEIN, di sela bincang-bincang bersama wartawan beberapa waktu lalu. “Tapi, sementara ini, kami (LG) baru memiliki monitor seri N. Nplus dari LG baru akan dirilis Oktober mendatang.”
Lebih lanjut, Albert menjelaskan, solusi yang ditawarkan LG Network Monitor cukup beragam, utamanya adalah efisiensi. “Secara umum, ada tiga keuntungan user dengan produk baru ini. Pertama, mereka dapat mengurangi biaya upgrade hingga 60 persen per tahun. Dengan pengurangan tersebut, otomatis sistem pemakaian dan biaya perawatan akan bisa dihemat hingga 70 persen lebih,” paparnya.
Dia mencontohkan, jika sebuah UKM memiliki lima PC, dengan masing-masing memakan daya hingga 110 watt, maka pada saat dinyalakan secara bersamaan, listrik yang terpakai mencapai 550 watt. “Dengan monitor LG berjumlah sama, yang tiap monitor memakan daya satu watt (saat standby) ditambah satu CPU, user bisa menghemat sampai 100 watt lebih,” ucap Albert.
Menilik performanya, tingkat kecerahan dari layar monitor network besutan LG ini tidak kacangan. Untuk model N1642W, layarnya bisa memberi kecerahan hingga 230cd/m2, sementara N1742L dan N1941W bisa mencapai 300cd/m2. Bahkan, kedalaman warna untuk semua seri adalah 16,7 juta.
Sementara itu, Henky Tjokroadhiguno, Managing Director Megatronix (distributor tunggal LG Network Monitor) mengatakan, jajaran monitor baru dari LG ini sekadar melengkapi koleksi distribusinya. Karena, dia mengaku, tak hanya mendistribusikan produk LG tetapi juga vendor monitor dari kompetitor.
“Tetapi, ada unique point yang dimiliki LG Network Monitor. Monitor ini hanya terdiri dari monitor flat, tanpa memori atau prosesor, yang membenamkan perangkat terhubung langsung ke CPU. Sehingga, dijamin monitor tidak cepat panas akibat proses yang berlebihan,” terang Henky.
Berbicara target, Henky berani mematok target penjualan hingga lebih dari 5.000 unit, sementara kartu penghubung CPU ke PC sebanyak 1.000 unit. Untuk harganya, dia mengaku relatif. “Kalau dirata-ratakan, kasarnya per user dikenakan biaya US$ 195 (setara Rp 2 juta) untuk monitor 16 inci yang termasuk pembelian CPU dan built-in card. Bila dibeli secara terpisah, dengan besar yang sama, sekitar US$ 225 (setara Rp 2,3 juta) per unit,” ucap Henky.
Sekadar diketahui, untuk mengoperasikan kelima monitor 'cloud' tersebut, spesifikasi minimum CPU yang musti dipenuhi, setidak-tidaknya dimotori oleh prosesor sekelas Pentium-4 3 GHz dan memori 1 GB.