VIVAnews - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia tengah menyiapkan peta jalan (roadmap) untuk industri teknologi informasi yang nantinya akan diserahkan kepada pemerintahan yang baru.
"Rencana pada akhir Agustus atau awal September roadmap-nya akan selesai, setelah jelas siapa nanti yang akan memimpin pemerintahan baru," kata Wakil Ketua Umum Bidang Telekomunikasi, Teknologi Informasi, dan Media Kadin Indonesia Anindya Bakrie saat jumpa pers Inisiatif TIK Dalam Membangun Daya Saing dan Mendorong Perkembangan Ekonomi di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Senin 22 Juni 2009.
Melalui roadmap tersebut, menurut Anindya, Kadin akan menggaris bawahi cara pikir baru dalam pengembangan industri teknologi informasi. "Cara berpikirnya harus diubah, bahwa roadmap tidak hanya untuk pengembangan industri bersangkutan semata tapi juga bagaimana industri tersebut bisa memecahkan masalah bangsa," kata dia.
Karena itu, dalam roadmap Kadin mengusulkan agar pemerintah meningkatkan investasi infrastruktur industri teknologi informasi. "Sebanyak 65 persen dari produk domestik bruto berasal dari konsumsi domestik, sehingga dibutuhkan insentif dan keberanian pengembangan infrastruktur secara umum, termasuk telematika, karena multiplier effect-nya sangat besar untuk membantu industri sekitarnya," ujar Anindya.
Indonesia membutuhkan setidaknya anggaran sebesar US$ 3 miliar - US$ 5 miliar untuk pengembangan infrastruktur industri teknologi informasi di wilayah timur Indonesia. "Anggaran itu angka ilustrasi yang digunakan operator Indonesia dari sisi belanja modal (capital expenditure) pada 2007 untuk peningkatan kapasitas di area yang sudah terjangkau."
Dengan menambah investasi dalam infrastruktur industri teknologi informasi, Anindya memperkirakan biaya konektivitas akan bisa ditekan. Dalam lima tahun terkahir sudah ada penurunan tarif suara karena ada investasi yang cukup besar di telekomunikasi. Jumlah pelanggan juga meningkat menjadi 120 juta pelanggan dari semula sebanyak 25 juta pelanggan.