VIVAnews - Produsen panel LCD kini cenderung enggan untuk membuat dan menjual panel monitor untuk notebook tipis Consumer Ultra Low Voltage (CULV). Pasalnya, para produsen notebook ultra portabel itu secara agresif meminta penurunan harga pada produsen panel LCD.
Menurut sebuah sumber yang menyatakan pada Digitimes, seperti VIVAnews kutip 18 Juni 2009, panel monitor pada notebook CULV mencapai 20% dari keseluruhan harga sistem yang bersangkutan. Padahal, harga panel LCD pada notebook CULV sekitar 5 sampai 10 dolar lebih tinggi dibandingkan harga panel notebook biasa dengan ukuran yang sama.
Mengingat notebook CULV merupakan sistem yang harganya terjangkau, tingginya harga panel membuat produsen notebook tipis itu hanya mendapatkan sedikit keuntungan. Untuk itu mereka perlu mendapatkan panel LCD untuk CULV dengan harga yang lebih rendah dibanding panel pada notebook biasa dengan ukuran sama.
Sumber tersebut memperkirakan bahwa produsen notebook seperti Acer, Hewlett Packard, Lenovo, dan Dell menargetkan bahwa CULV secara bertahap akan menggantikan notebook tradisional. Adapun proyeksinya, sampai akhir tahun 2009 ini notebook CULV akan menguasai sekitar 20 persen dari total pasar notebook secara keseluruhan.