VIVAnews - Di Amerika Serikat, iPhone 3G S baru akan meluncur ke pasar mulai 19 Juni. Meski begitu, distributor resmi Apple, AT&T dan Best Buy, melaporkan bahwa sekarang ini pemesanan ponsel pintar terbaru dari Apple itu telah melampaui batas penawaran yang ditetapkan. Karena itu, pemesanan di atas tanggal 13 Juni baru dapat dipenuhi dua minggu kemudian.
Ezra Gottheil, seorang analis dari Technology Business Research berpendapat bahwa vendor Macintosh asal Cupertino itu kemungkinan tak menghadapi masalah yang sama seperti seri iPhone 3G terdahulu, yang mana jumlah unit yang tersedia jauh di bawah dengan jumlah pemesanan.
“Saya kira mereka belajar dari pengalamannya, terutama untuk masalah inventarisasi atau pengadaan,” kata Gottheil pada ComputerWorld, yang dikutip VIVAnews, 17 Juni 2009.
Menurutnya, hal tersebut dikarenakan iPhone 3G S memiliki metode pemasaran yang berbeda dengan iPhone 3G. Perlu diketahui, iPhone 3G S 16GB dibanderol AT&T dan Best Buy seharga US$ 200, per unit sementara versi 32GB dihargai US$ 300 per unit.
Tetapi, bila dikalkulasi dengan metode pembayaran tertentu yang ditawarkan kedua distributor, seorang pemilik iPhone 3G 16GB akan dikenakan biaya US$ 600 atau setara Rp 6,1 juta, dan sekitar US$ 700 atau setara Rp 7,1 juta untuk versi 32GB.
Sekadar informasi, iPhone 3G S yang akan diluncurkan nanti katanya mampu meraih kecepatan akses data hingga 7,2 Mbps selama didukung teknologi HSDPA. Di beberapa wilayah Amerika Serikat, hal itu baru terealisasi pada 2011 mendatang.