Sains & Teknologi

Ogah ke Netbook, AMD Andalkan Yukon dan Congo

Dengan ukuran yang tipis, Yukon dan Congo menutup kelemahan kinerja pada netbook.

Senin, 15 Juni 2009, 16:55 WIB
Indra Darmawan
HP Pavilion dv2 (hp.com)

VIVAnews - Manisnya penjualan netbook secara global, ternyata tak membuat vendor prosesor AMD tergiur untuk menyusul Intel terjun ke pasar tersebut.

Gantinya, AMD menyiapkan dua platform untuk komputer ultra thin, yang kelasnya berada di atas kelas komputer netbook.

Hal itu dikatakan oleh Tan See Ghee, Technology Director AMD South Asia pada acara media update di Hotel Intercontinental Mid Plaza Jakarta, Senin 15 Juni 2009.

"Kami tidak berniat masuk ke pasar netbook, karena banyak yang mengeluhkan masalah kinerja yang kurang memuaskan," ujar Tan. Selain masalah kinerja, para pengguna komputer juga banyak mengeluhkan dengan terlalu kecilnya keyboard, maupun ukuran layar.

Oleh karenanya, AMD memang memposisikan diri untuk mengisi kekosongan di antara kelas netbook, dengan kelas notebook ultra portable, yakni platform Yukon dan platform Congo. Kedua platform diharapkan dapat memberikan kinerja yang lebih baik daripada netbook, namun tidak lebih mahal daripada notebook ultraportable.

Dari spesifikasi teknis, platform Yukon menggunakan prosesor single core AMD Athlon Neo 15 watt, chipset M690, serta pemroses grafik terintegrasi ATI Radeon 1200. Sementara platform Congo menggunakan prosesor dual core Athlon Neo 18 watt, chipset M780 G, serta pemroses grafik terintegrasi ATI Radeon HD 3200.

Dengan perbedaan spesifikasi itu, notebook-notebook Congo diproyeksikan untuk dapat menjalankan aplikasi-aplikasi produktivitas, melakukan proses penyuntingan foto, video, maupun musik, serta menjalankan game yang agak berat.

Adapun notebook Yukon hanya untuk menjalankan aplikasi-aplikasi produktivitas dan menjalankan program foto, video, dan musik tanpa melakukan penyuntingan. Dari sisi ukuran, baik Yukon maupun Congo sama, yakni mengambil ukuran layar antara 10 atau 12 inci hingga 14 inci.

Bila netbook dijual dengan kisaran harga hingga US$499 (Rp 5 juta), notebook berplatform Yukon AMD berkisar antara US$499 (Rp 5 juta) hingga US$ 999 (Rp 10 juta). Adapun harga netbook berplatform Congo berkisar antara US$999 (Rp 10 juta) hingga US$ 1499 (Rp 15 juta).

Yukon telah diluncurkan sejak Januari lalu, dan telah tersedia melalui produk-produk notebook HP seri Pavilion dv 2, yang telah tersedia di pasaran Indonesia sejak Maret 2009. Sementara notebook-notebook Congo baru meluncur kuartal ketiga tahun ini atau bulan Juni ini.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ