VIVAnews - Tidak main-main Opera Software mempromosikan browser andalannya. Menyadari bahwa popularitasnya masih tertinggal jauh dengan kompetitornya seperti Microsoft Internet Explorer ataupun Mozilla FireFox, Opera gencar mengampanyekan fitur-fitur yang ada pada browser barunya, yakni Opera 10. Salah satunya pada ajang Festival Komputer Indonesia yang berlangsung 10 – 14 Juni 2009.
Meski versi rilis dari Opera 10 belum final, selama festival tahunan berlangsung, Opera Software akan menyelenggarakan pameran dan demo beberapa perangkat populer dengan browser Opera di dalamnya. Indonesia sudah sejak lama menjadi pangsa pasar yang penting bagi Opera, di mana penggunaan mobile web telah meningkat drastis dari tahun ke tahun. Saat ini, Indonesia tetap stabil pada posisi kedua pada penggunaan Opera Mini di seluruh dunia.
“Tahun lalu Opera meluncurkan versi Bahasa Indonesia. Kami berusaha untuk menawarkan versi lokal dari browser kami tersebut kapanpun dan berkomitmen untuk membantu masyarakat Indonesia agar lebih mudah untuk berselancar di web,” kata Jon von Tetzchner, Chief Executive Officer, Opera Software pada keterangan pers yang VIVAnews kutip 11 Juni 2009. “Kami ada karena produk-produk tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan serta saran dari para pengguna kami,” ucapnya.
Tetzchner menyebutkan, dengan hanya 10 persen penduduk Indonesia yang sudah mengakses web dari komputer desktop, Opera melihat potensi pertumbuhan yang pesat. Tidak hanya pada perangkat komputer desktop, tetapi juga pada perangkat lainnya. “Kami berencana untuk terus fokus pada pasar Indonesia dan menanti suatu hari ketika semua masyarakat Indonesia bisa online,” ucapn Tetzchner.
Pada pameran kali ini, Zi Bin Cheah, salah satu juru bicara Opera akan bergabung pada sebuah diskusi panel. Tepatnya pada tanggal 13 Juni 2009 dari pukul 10:00 - 16:00 WIB di Merak Room, JCC - Senayan. Diskusi ini akan membicarakan mengenai ‘New Wave Mobile Internet’.
Menurut Opera, topik ini sangat relevan dengan Opera di Indonesia. Seperti yang tercantum pada beberapa laporan mobile web yang dikeluarkan perusahaan tersebut, terlihat bahwa Indonesia memimpin jalannya pengadopsian mobile web. Masyarakat pada suatu daerah dengan infrastruktur broadband yang masih dalam taraf pengembangan, memang akan cenderung menggunakan ponsel mereka untuk mengakses Internet.
Selama pameran berlangsung, pengunjung dapat menyaksikan demo browser Opera yang dijalankan pada berbagai perangkat seperti Nintendo DSi dan Wii, Samsung Omnia, HTC HD, Sony Ericsson W8 dan ARCHOS 5.