Sains & Teknologi

Bing Lebih Ketat di Negara-negara Islam

Pengguna Bing di negara-negara Islam tak akan bisa mendapat hasil pencarian konten cabul.

Selasa, 9 Juni 2009, 06:09 WIB
Indra Darmawan
Pencarian Bing, lebih ketat (Bing.com)

VIVAnews - Mesin pencari dari Bing yang belum lama ini diluncurkan oleh Microsoft, tidak akan bekerja normal, di beberapa negara yang memiliki pengendalian yang ketat terhadap internet, semisal di negara China dan negara-negara Islam.

Salah satu fitur yang dimiliki Bing, misalnya adalah fitur pencarian konten dewasa yang akan difasilitasi sepanjang pengguna menonaktifkan 'Safe Search'.

Dengan demikian, pengguna yang mengetikkan kata pencarian semisal 'porn' atau 'sex' akan segera mendapatkan berbagai link video dan foto dewasa yang eksplisit lewat pencarian Bing.

Namun pencarian itu baru akan difasilitasi Bing bila pengguna menggunakan bahasa Inggris, Amerika, Kanada, atau Australia. Sementara untuk negara-negara lain, mungkin mereka akan mendapatkan hasil pencarian foto, namun konten video tidak.

Bahkan untuk beberapa berpopulasi Islam besar termasuk Indonesia, Malaysia, Turki, dan negara-negara Arab, pencarian 'sex' atau 'porn' malah  tidak akan menghasilkan satu link-pun. Nasib serupa juga dialami di negara India, China, Taiwan, Hong Kong, Singapura, Korea dan Thailand.

"Kami memutuskan untuk memasukkan beberapa negara ke dalam daftar di mana hasil pencarian seksual dilarang, berdasarkan analisa pelarangan oleh hukum lokal. Namun kami tidak melakukan hal itu di mana pemerintah negara tersebut tidak mempermasalahkannya," ujar juru bicara Microsoft seperti dikutip oleh Foxnews.com dari sebuah media India.

Padahal, mesin pencari Google tidak memfilter hasil pencarian berdasarkan bahasa yang dipilih oleh pengguna, walau hasil pencarian konten seksual Google tidak akan sevulgar Bing.

Pengguna yang memakai bahasa Perancis, Jepang, Rusia, juga akan mendapat hasil pencarian konten dewasa yang jelas. Namun, konten-konten itu biasanya diletakkan jauh di bawah konten-konten yang lebih sopan.

Negara-negara Eropa lainnya, Amerika Latin,  New Zealand, dan Afrika Selatan akan mendapatkan hasil pencarian 'hardcore', namun tidak akan mendapatkan konten video. Anehnya, Jerman juga termasuk negara yang mendapat pembatasan konten dewasa seperti halnya negara Islam atau China.

Sementara Bing berbahasa Israel tak akan memberikan hasil pencarian konten dewasa baik foto maupun video. Ia hanya akan menyediakan link-link teks termasuk yang situs porno berbahasa Ibrani.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ