VIVAnews - Tak mau ketinggalan dengan dua kompetitornya di kancah ponsel pintar, Apple dan BlackBerry, Nokia pun kini menghadirkan Ovi Store. Kios online tersebut menyuguhkan berbagai aplikasi, game, video, podcast, aplikasi produktivitas, layanan berbasis web, wallpaper, themes, dan lainnya.
Lebih dari satu miliar aplikasi diunduh para pengguna iPod dan iPhone hanya dalam jangka waktu kurang dari setahun. Tentu saja vendor Macintosh itu sudah mengeruk keuntungan yang tak sedikit dari App Store. Hal ini membuat operator dan perusahan teknologi seperti Nokia tergiur untuk turut serta dalam industri ini.
Setelah akhir Mei lalu, Ovi Store resmi hadir di Australia dan Singapura, akhirnya vendor asal Finlandia itu mengantarkan kios onlinenya ke tanah air. Peluncurannya pun diikuti dengan perkenalan Nokia N97, ponsel multimedia terbaru dari Nokia di kategori Explore.
Ovi Store menyajikan sejumlah aplikasi, terutama aplikasi jejaring sosial seperti Facebook yang saat ini tengah populer. Tak hanya Facebook, Nokia juga mengintegrasi sejumlah aplikasi jejaring sosial seperti MySpace, Friendster, Flickr, dan sejenisnya. “Kami menyasar segmen yang mementingkan unsur stylish dan memberi support yang relevan dengan aktivitas mereka sehari-hari,” kata Trisnawan Tjipto, product marketing manager Nokia Indonesia, di sela media briefing terkait Peluncuran N97 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin 8 Juni 2009.
Bahkan, di kuartal ketiga, Nokia akan mengintegrasikan teknologi VoIP ke dalam N97. “Bisa dengan aplikasi Skype, bisa juga dengan setting manual via ISP lokal, seperti CBN,” kata Trisnawan.
Sekarang ini, Ovi Store baru bisa dinikmati oleh pelanggan perangkat Nokia berbasis sistem operasi Symbian versi S40 dan S60. Di negara-negara yang menyediakan layanan ini, para pelanggan bisa mempersonalisasi perangkat mereka melalui aplikasi mobile Ovi Store dengan memilih icon Ovi Store di folder Download dalam masing-masing perangkat.
“Bila seseorang bepergian ke negara lain, dia bisa menikmati konten yang berbeda pula. Tergantung pada kartu UIM yang digunakan di handsetnya,” kata Haryati Lawidjaja, Software dan Sevice Manager Nokia Indonesia , pada kesempatan yang sama.
Di Indonesia, konten yang terdapat di dalam Ovi Store sementara ini bisa dinikmati secara cuma-cuma alias gratis. Tak diketahui sampai kapan masa promosi konten gratis ini akan berlaku bagi para pengguna Nokia.
Terkait pengembangan aplikasinya, Nokia mengaku, melibatkan pengembang-pengembang lokal dari masing-masing negara. Keuntungannya akan dibagi dengan komposisi 70 persen untuk pengembang dan 30 persen untuk Nokia.
Para penyedia konten dan pengembang aplikasi bisa mendaftar untuk menyumbang konten mereka via Ovi Store dengan mengunjungi Ovi Publish.