VIVAnews - Daerah-daerah pedesaan hingga kini masih menjadi daerah yang belum tergarap oleh operator telekomunikasi.
Padahal, komunitas-komunitas pedesaan di wilayah di Asia Selatan dan Asia Tenggara yang meliputi China, India, dan Vietnam, memiliki pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia.
Hal itu terungkap dalam acara seminar bertajuk "Rural Marketing Success" yang diadakan oleh Nokia Siemens Networks, di Hotel Four Seasons Kuningan Jakarta, kemarin.
Oleh karenanya Nokia Siemens menawarkan produk Village Connection untuk menjembatani daerah-daerah terpencil dengan akses telekomunikasi.
"Empat puluh persen penduduk tinggal di daerah-daerah pedesaan, namun mereka masih banyak yang belum mendapatkan akses komunikasi," ujar Stephan Martin, Business Analysis Solution Sales Management New Growth Market Program, Nokia Siemen Networks.
Village Connection adalah solusi komunikasi bagi penduduk di daerah terpencil, baik komunikasi suara maupun data. Artinya, tak hanya bisa bertelepon, dengan menggunakan Village Connection, penduduk desa juga bisa menikmati akses internet.
Solusi ini mengkombinasikan arsitektur jaringan berbasis infrastruktur GSM modular dengan bisnis waralaba yang dapat dijalankan oleh wirausahawan lokal.
Village Connection terdiri dari sebuah GSM Access Point yang dipasang di daerah pedesaan serta Access Center regional yang biasanya berjarak 20-30 km dari Access Point.
Access Point memiliki fungsi-fungsi sebagai radio access, switching, serta mengupdate database pelanggan. Bentuknya seperti sebuah laci setinggi sekitar 60 cm, dengan sebuah antena kecil yang bisa diupgrade.
Bila diletakkan di atas lantai, GSM Access Point ini mampu menghubungkan hingga 4 km daerah jangkauan di sekitarnya.
Panggilan lokal di dalam area 4 km itu bisa langsung dihubungkan melalui Access Point tanpa melibatkan Access Center.
Adapun trafik yang meninggalkan desa menuju daerah atau operator lain, akan dihubungkan melalui Access Centre, yang hanya menggunakan sedikit bandwidth karena berbasis Internet Protocol.
Walau berbasis internet protokol, Head of Sub Region Indonesia Nokia Siemens Indonesia, Arjun Trivedi, menjamin kualitas suara yang dihasilkan teknologi ini. "Tidak ada pengguna yang menginginkan kualitas suara yang buruk," ujar Arjun.
Menurut Stephan, satu GSM Access Point bisa menangani hingga 200 percakapan yang dilakukan secara simultan.
GSM Access Point milik Nokia Siemens, yang termasuk ke dalam kategori Flexi Base Station itu, pun sempat mendapat penghargaan di beberapa pameran telekomunikasi internasional semacam GSMA World Barcelona, sebagai unit base station yang paling paling hemat energi.
Pasalnya, base station ini, hanya menghabiskan daya yang tak lebih dari 500 watt. Hingga kini teknologi Village Connection sudah diujicoba di sekitar 20 negara, di antaranya di dekat Mumbai, Bangalore, atau Chennai India.