VIVAnews - Perusahaan elektronik terkemuka asal Jepang, Sony Corp., melaporkan kerugian tahunan sebesar US$ 98,9 miliar yen (US$ 1 miliar), Kamis 14 Mei 2009. Ini merupakan kerugian di tahun fiskal yang berakhir Maret 2009. Sony juga memprediksi akan mengalami penurunan tahun ini akibat lemahnya permintaan produk elektronik.
Sony juga mengatakan terpaksa menutup tiga pabrik di Jepang agar tetap bertahan. Perusahaan yang berbasis di Minato, Tokyo, tersebut mengatakan tidak melihat adanya pemulihan dalam waktu dekat, sehingga memproyeksi kerugian sebesar 120 miliar yen (US$ 1,2 miliar) untuk tahun fiskal hingga Maret 2010. Sony juga memprediksi, menguatnya nilai tukar yen juga akan terus mengikis penerimaan dari luar Jepang.
Laporan kerugian ini merupakan kebalikan dari tahun sebelumnya saat Sony memperoleh laba 369,4 miliar yen. Penjualan tahun fiskal yang berakhir Maret lalu merosot 12,9 persen menjadi 7,73 triliun yen.
Sony, produsen TV flat-planel Bravia dan camera digital Cyber-shot, bergabung bersama beberapa perusahaan terkemuka Jepang yang melaporkan kerugian besar, seperti Toyota Motor Corp. dan Hitachi Ltd.
Sony akan menutup tiga pabrik di Jepang pada akhir Desember 2009. Pabrik yang akan ditutup adalah pabrik kamera telefon seluler, pabrik onderdil video recorder, dan pabrik pembuat sistem yang digunakan untuk smart card. Dengan penutupan tiga pabrik tersebut, maka jumlah pabrik Sony dalam setahun terakhir berkurang secara signifikan, dari 57 unit tahun lalu menjadi 49 unit. (AP)