VIVAnews - Seagate baru saja mengumumkan upaya restrukturisasi perusahaannya termasuk rencana pemutusan hubungan kerja sekitar 1.100
karyawannya.
Jumlah karyawan yang bakal di-PHK itu merupakan sekitar 2,5 persen dari angkatan kerjanya di seluruh dunia.
Perusahaan pembuat hard disk itu merasa perlu melakukan restrukturisasi untuk mencapai efisiensi ongkos pengembangan produksi, ongkos
pemasaran, maupun ongkos administratif, di bawah US$ 300 juta atau sekitar Rp 3 triliun dalam satu kuartal.
Strategi tersebut dibuat untuk dapat meraih keuntungan positif di tahun fiskal 2010 mendatang. Rencananya pemecatan bakal dikelarkan pada
akhir Juli, dan akan langsung berpengaruh pada penghematan ongkos sebesar US$72 juta atau Rp 742 miliar.
Seperti dilansir dari situs CNet, langkah restrukturisasi inipun diprediksi dapat menghemat ongkos selama setahun sekitar US$ 125 juta atau sekitar Rp 1,28 triliun. Pemecatan karyawan Seagate kali ini juga merupakan PHK putaran kedua.
Sebelumnya Seagate juga sudah sempat melakukan PHK terhadap sekitar 800 karyawan pada bulan Januari lalu. Tak hanya itu, Seagate juga menutup dua fasilitas serta sebuah tempat risetnya di Pittsburgh, melakukan pengurangan gaji, serta beberapa inisiatif pemotongan lainnya.
Tak hanya Seagate yang menngalami pukulan ini, kompetitor Seagate, Western Digital, juga sempat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 2500 karyawannya di bulan Desember, yang baru berakhir, pada 27 Maret 2009 lalu.