Sains & Teknologi

Pemerintah: Palapa Ring Jalan Terus

"Bila ada konsorsium peserta yang mundur lagi, monggo saja."

Jum'at, 8 Mei 2009, 18:31 WIB
Indra Darmawan, Muhammad Chandrataruna
Palapa Ring (Mastel)

VIVAnews - Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh mengatakan bahwa progres proyek pembangunan backbone telekomunikasi Palapa Ring terus berjalan dan tak akan terpengaruh dengan mundurnya beberapa konsorsium yang sebelumnya menyatakan ikut serta.

Hal itu ditegaskan oleh Nuh kepada wartawan di Gedung Depkominfo, Jumat, 8 mei 2009. Nuh membantah kekhawatiran masyarakat bahwa dengan mundurnya beberapa konsorsium peserta Palapa Ring bakal menggagalkan proyek secara keseluruhan. 

"Saya sudah berbicara dengan beberapa Dirut peserta konsorsium yang tersisa, dan mereka menyanggupi akan menutupi kekurangan yang ditinggalkan oleh peserta lama," Nuh menegaskan.

Menurut Nuh, Ada dua solusi alternatif yang mungkin ditempuh setelah pengunduran diri peserta. Pertama, pemerintah akan menambah jumlah peserta dengan anggota konsorsium baru. Yang kedua, kekurangan ditutupi dengan peserta konsorsium yg tersisa.

Misalnya saja, kata Nuh, bila salah satu operator, semula hanya menyediakan kapasitas sebesar 2 lambda (panjang gelombang), kemudian menyanggupi untuk menyediakan 3 lambda.

"Kalau ada yang mundur, tidak apa-apa. Kalau tidak kuat, tidak bisa dipaksakan. Kalau ada yang mau mundur lagi, monggo saja," kata Nuh. "Intinya, Palapa Ring akan terus jalan. Tidak ada perubahan sejengkal pun." 

Selain itu, Nuh mengatakan bahwa hingga kini, pemerintah juga sedang melakukan pembicaraan untuk masalah interkoneksi Palapa Ring dengan Jepang dan Korea. Namun, Jepang dan Korea tidak akan terlibat dalam pengadaan infrastruktur Palapa Ring.

"Intinya, untuk jaringan backbone yang bikin kita (Indonesia) semua. Mereka tidak ikut masuk. Hanya interkoneksi saja yang langsung dari Palapa Ring ke jaringan yang ada di negaranya masing-masing."

Palapa Ring adalah megaproyek untuk membangun tulang punggung (backbone) serat optik nasional yang terdiri dari tujuh cincin (ring) yang melingkupi 33 provinsi dan 460 kabupaten, terutama di Kawasan Timur Indonesia.

Proyek yang membutuhkan biaya sekitar 225 juta dollar AS itu, terdiri dari 35.280 kilometer serat optik bawah laut (submarine cable) dan 21.708 kilometer serat optik bawah tanah (inland cable). Diharapkan megaproyek ini dapat membebaskan masyarakat di Kawasan Timur Indonesia dari isolasi digital.

Awalnya proyek tersebut akan dikerjakan enam perusahaan anggota konsorsium Palapa Ring, yakni PT Bakrie Telecom Tbk (13,3 %), PT Excelcomindo Pratama Tbk (13,3 %), PT Indosat Tbk (13,3 %), PT Infokom Elektrindo (termasuk PT Mobile-8 Telecom Tbk sebesar 6,3 persen), PT Powertek Utama Internusa (sebagai representasi Linbrooke Worldwide Ltd sebesar 10 persen), dan PT Telkom.

Namun, belakangan dua anggota konsorsium, yakni Infokom Elektrindo dan Powertek Utama Internusa mundur.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ