Sains & Teknologi

Investor Tunggu Konsistensi Pengetatan Impor

Investor melihat sejauh mana keseriusan pemerintah dalam pengetatan impor.

Kamis, 7 Mei 2009, 11:03 WIB
Hadi Suprapto, Elly Setyo Rini
Seorang model sedang memperkenalkan ponsel baru di Jepang beberapa waktu lalu (AP Photo/Koji Sasahara)

VIVAnews - Investor di industri telekomunikasi masih menunggu konsistensi aturan pengetatan impor yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 56 tahun 2008. 

"Investor melihat sejauh mana keseriusan pemerintah dalam peraturan itu, jangan-jangan tahun depan sudah dicabut," kata Direktur Industri Telematika Direktorat Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian Ramon Bangun di kantornya, Jalan Gatot Subroto Jakarta, Kamis, 7 Mei 2009.

Kalau pemerintah terus konsisten dengan aturan yang berlaku dua tahun itu, investasi yang sudah direncanakan akan direalisasikan tahun depan. "Mereka takut tahun depan berubah lagi, padahal mereka sudah keburu investasi," ujarnya.

Dengan tidak lagi diberlakukannya Permendag itu, maka investor akan bersaing dengan barang selundupan yang tentunya lebih murah karena tidak membayar pajak.

Menahan investasi termasuk dilakukan oleh Nokia Corporation dan PT Yu Won yang pada awal tahun lalu sudah melakukan penjajakan. "Nokia masih menunggu keputusan dari Nokia pusat di Finlandia selain juga memperhitungkan dampak krisis di perusahaannya," kata Ramon.

Hal serupa juga terjadi pada PT Yu Won asal Korea yang berniat mengembangkan seluler tipe CDMA di Indonesia. "Mereka masih mikir-mikir karena krisis telah mengganggu finansial mereka. Jadi bukan karena pasarnya tidak ada, tapo mereka menahan uang keluar sembari menunggu krisis mereda," ujarnya.

Yu Won terlebih dulu melakukan konsolidasi internal untuk menyelesaikan masalah finansial mereka, baru memikirkan ekspansi. "Kalaupun investasi sekarang, permintaan sedang rendah maka duitnya akan tertahan," ujar dia. Yu Won lebih memilih menahan sementara pengeluaran untuk mengatasi masalah internal mereka.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ