Sains & Teknologi

2009, Nilai Bisnis Telekomunikasi Rp8 Triliun

Nilai bisnis tahun ini naik dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 7 triliun.

Kamis, 7 Mei 2009, 10:33 WIB
Hadi Suprapto, Elly Setyo Rini
Ilustrasi telepon menelepon (clear2talk.com)

VIVAnews - Nilai bisnis industri telekomunikasi di Indonesia pada 2009 diperkirakan mencapai Rp 8 triliun. Nilai bisnis tahun ini naik dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 7 triliun.

Menurut Direktur Industri Telematika Direktorat Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian Ramon Bangun, nilai bisnis industri telekomunikasi berasal dari belanja operator telekomunikasi yang dibelanjakan di Indonesia.

"Aturannya, dari belanja modal operator sebagian harus dibelanjakan di dalam negeri," kata dia di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis 7 Mei 2009.

Ramon menjelaskan, total belanja semua operator mencapai Rp 40 triliun - Rp 50 triliun pada tahun ini. Sementara, aturan belanja dalam negeri untuk BWA (broadband wireless access) sebesar 20 persen dan USO (universal services obligation) sebesar 30 persen.

"Dengan hitung-hitungan seperti itu dan ditambah produk-produk lain yang tidak diwajibkan maka diperkirakan akan diperoleh Rp 8 triliun," katanya.

Instruksi Presiden Nomor 2/2009 tentang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri, dinilai telah berhasil meningkatkan nilai bisnis industri telekomunikasi. Tadinya, operator belanja di luar negeri. "Misalnya, kontraktor yang menang dari China, maka yang dibawa ya barang dari China," ujarnya.

Sebelum inpres diberlakukan, operator teknologi BWA banyak menggunakan teknologi vendor-vendor asing, padahal teknologi serupa juga ada di Indonesia. "Tapi sekarang sudah mulai menggandeng PT LEN Industri (Persero) atau PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) dengan aturan dari Inpres," ujarnya.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ